30 October 2019, 18:57 WIB

Santa Ana Datang, Lokasi Kebakaran California Bisa Meluas


Melalusa Susthira K | Internasional

AFP/DAVID MCNEW
 AFP/DAVID MCNEW
Sebuah helikopter melepaskan air untuk memadamkan kebarakan hutan di Los Angeles, California, Amerika Serikat.


WARGA California, Amerika Serikat menghadapi ancaman baru. Pasalnya mereka akan menghadapi angin yang paling kuat di musim ini.

Betapa tidak? Angin kencang yang disebut Santa Ana tersebut berpotensi akan menyebarkan kobaran api dan memicu kebakaran baru.

Ribuan petugas pemadam kebakaran pun seolah berlomba melawan waktu untuk mengendalikan dua kebakaran besar yakni Kincade Fire di California utara dan Getty Fire di sebelah barat Los Angeles.

Baca juga: Kebakaran Hutan, 50 Ribu Warga California Dievakuasi

Layanan Cuaca Nasional AS sudah mengeluarkan peringatan bendera merah yang menunjukkan risiko kebakaran hutan yang tinggi untuk California selatan. Diperkirakan angin dengan kecepatan mencapai 80 mil per jam (130 kilometer per jam) itu akan berhembus di pegunungan Santa Monica dan Los Angeles County.

"Peristiwa angin Santa Ana ini kemungkinan akan menjadi yang terkuat yang pernah kita lihat musim ini," terang Layanan Cuaca Nasional AS.

Badai angin diperkirakan akan memasuki puncaknya pada pukul 3:00 pagi (10:00 GMT) pada Rabu hari ini dan berlanjut hingga besok Kamis waktu setempat.

"Hanya membutuhkan satu bara api sesuai arah angin untuk memulai kebakaran baru lainnya," ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Los Angeles, Ralph Terrazas dalam konferensi pers.

"Bara api diketahui telah menjalar perjalanan beberapa mil, jadi kami sangat khawatir tentang peristiwa datangnya angin malam ini," tambahnya.

Insiden kebakaran Getty Fire yang bermula di dekat museum Getty Center di Los Angeles, California, terjadi pada Senin (28/10) pagi. Keesokan harinya sekitar 265 hektar hangus terbakar dan hanya 15% yang berhasil dipadamkan. Pihak berwenang mengatakan kebakaran tersebut disebabkan oleh cabang pohon yang jatuh di saluran listrik.

"Ini, sederhananya adalah tindakan Tuhan," ungkap Walikota Los Angeles Eric Garcetti kepada wartawan.

Pada Selasa (29/10) sore di Kabupaten Sonoma, California Utara, angin bertiup ketika lebih dari 4.000 petugas pemadam kebakaran berjuang untuk menahan kobaran Kincade Fire meluas sejak pertama kali merebak Rabu (23/10) lalu.

Pihak berwenang mengeluarkan peringatan kepada warga di wilayah tersebut untuk bersiap-siap evakuasi atas kemunculan angin kencang. Angin tersebut berpotensi memperbesar kobaran api yang telah menghanguskan sedikitnya 75.000 hektar lahan.

Menurut agen pemadam kebakaran negara, Cal Fire, lebih dari 120 bangunan, termasuk kilang anggur, telah rusak oleh kobaran api, dan hanya 15% yang berhasil dipadamkan pada Selasa (29/10) sore.

Peringatan akan cuaca kritis datang selang beberapa hari setelah Gubernur California Gavin Newsom mengumumkan keadaan darurat di seluruh negara bagian California karena kebakaran.

Untuk mengurangi risiko kebakaran, Pacific Gas & Electric pun terpaksa melakukan pemadaman bergilir di California utara dan California tengah. Perusahaan tersebut mengumumkan bahwa salah satu jalur transmisi telah rusak di dekat asal Kincade Fire dan pihaknya terpaksa melakukan pemotongan daya terhadap hampir 600 ribu pelanggannya.

Pihak berwenang sendiri mengizinkan beberapa warga yang terkena dampak Kincade Fire untuk kembali ke rumah. Namun sebagian daerah lainnya tetap berada di bawah peringatan wajib evakuasi.

Lusinan kebakaran lain telah meletus di seluruh negara bagian California dalam beberapa hari terakhir, yang dipicu oleh angin kencang, kelembaban rendah dan suhu tinggi. Pada 2018 lalu, insiden Camp Fire menjadi bencana kebakaran hutan paling merusak melanda California, yang menghancurkan Kota Paradise dan menyebabkan sedikitnya 86 orang tewas. (AFP/Uca/A-3)

BERITA TERKAIT