30 October 2019, 18:54 WIB

Roh Sastrawi dalam Perhiasan Tulola


Suryani Wandari Putri Pertiwi | Weekend

Instagram/Plaza Indonesia
 Instagram/Plaza Indonesia
Franka Franklin, salah satu pendiri Tulola, dengan suaminya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.

Sekilas tak ada yang nampak mencolok dengan penampilan Franka Franklin, istri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI periode 2019-2024, Nadiem Makarim, yang ditemui pada acara Grand Opening  Ceremony Tulola di Plaza Indonesia, Rabu (30/10).

Gaun merahnya yang berpotongan simpel memperkuat kesan aksesoris perhiasan yang ia kenakan. Pada telinganya tersemat anting berbentuk bunga, sementara lehernya berhias kalung berwarna emas. Jika disimak lebih dekat, kalungnya ini berupa untaian huruf yang menyatu menjadi serangkaian kalimat yang indah.

"Kalung ini memang terinspirasi dari buku Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer jadi memuat kata-kata dari novel itu," kata Franka, salah satu pendiri Tulola.

Franka menjelaskan bahwa kalung yang tergabung dalam koleksi perhiasan 'Hujan Kata Bumi Manusia' ini 100 persen dibuat tangan manusia. Butuh tiga minggu untuk mengukir kalung tersebut. Perhiasan yang dipakainya itu pun ada pada seri  artwear yang dibuat ekslusif alias sangat terbatas.

Happy Salma yang juga pendiri brand perhiasan berasal dari Bali ini mengakui koleksi perhiasannya ini berangkat dari kecintaannya akan Tanah Air, kekaguman terhadap budaya Indonesia yang kaya, dan kerinduan bagaimana masa kini dan masa lampau menjadi satu kesatuan yag tak terpisahkan.

"Sebelum menjadi desain memang ada proses konsep kreatifnya yang berasal dari kekayaan Indonesia, termasuk sastra, budaya hingga ideologinya, yang kemudian dituangkan dalam bentuk perhiasan," kata Happy yang menjadi Concept Creator Tulola.

Happy yakin, perhiasan bukan hanya untuk menunjukan identitas perempuan tapi menjadi identitas bangsa yang telah tercipta atau diturunkan oleh nenek moyang.

Sementara itu, berbicara mengenai kualitas, Sri Luce Rusna, pendiri Tulola lainnya, menambahkan, material yang digunakan perhiasan adalah campuran perak murni alloy, sterling silver 92,5%. Sepuhan yang digunakan adalah emas 18K untuk perhiasan warna gold. Adapun perhiasan warna perak sepuhan yang digunakan white platinum.

"Awal tahun 2020 mendatang, Tulola akan mulai merambah emas murni sebagai bahan baku perhiasan," ujarnya.

Selain di Bali, butik Tulola kini telah hadir di tiga tempat di Jakarta, yakni di Kemang, Plaza Senayan, dan Plaza Indonesia. (M-2)

BERITA TERKAIT