30 October 2019, 18:50 WIB

Kalsel Belajar Pengelolaan Geopark ke Pegunungan Sewu


Denny Susanto | Nusantara

MI/Denny S
 MI/Denny S
Rombongan Pemprov Kalsel yang melakukan studi banding ke geopark pegunungan Sewu.

PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan melakukan studi banding untuk belajar pengelolaan geopark ke Geopark Pegunungan Sewu yang merupakan anggota UNESCO Global Geopark (geopark internasional). Geopark Pegunungan Meratus yang berstatus geopark nasional memiliki 67 geosite tersebar di sejumlah wilayah Kalsel.

Studi banding rombongan Pemprov Kalsel ini terdiri atas perwakilan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral, Humas dan Protokol Pemprov, serta sejumlah jurnalis media lokal dan nasional.

Kepala Biro Humas Kalsel, Kurnadi, di sela-sela kegiatan peninjauan langsung lokasi geosite di kawasan Geopark Pegunungan Sewu Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (30/10), mengatakan, Pemprov Kalsel merasa perlu untuk belajar pengelolaan geopark ke Geopark Pegunungan Sewu yang kini sudah berstatus Unesco Global Geopark.

"Geopark Pegunungan Meratus saat ini berstatus geopark nasional dan kebetulan dibina oleh tim geologi UPN Veteran Jogyakarta yang juga membina geopark Pegunungan Sewu," ujarnya.

Kalsel sendiri menargetkan Geopark Pegunungan Meratus bisa menjadi anggota UNESCO Global Geopark pada 2021 mendatang.

Pakar geologi UPN Veteran Yogyakarta yang juga Ketua Tim Pendamping Geopark Pegunungan Meratus, Jatmiko Setyawan, mengatakan, geopark pegunungan Meratus mempunyai keunikan berupa batuan efiolit tertua di Indonesia dan diperkirakan telah berumur lebih dari 150 juta tahun. Di Indonesia saat ini sudah ada 19 geopark nasional dan 5 geopark internasional.


Baca juga: Penumpang Melompat dari KM Sirimau, Tim SAR Lakukan Pencarian


Geopark Nasional Pegunungan Meratus, terdiri atas geosite berupa hutan, goa, air terjun, danau, perbukitan, pegunungan karst, lembah dan sebagainya. Termasuk kawasan pendulangan intan Cempaka Kota Banjarbaru.

Pengelolaan geopark ini bertujuan untuk pelestarian lingkungan, menyelamatkan kawasan hutan Pegunungan Meratus serta pemberdayaan masyarakat lokal.

Kepala Dinas ESDM Kalsel, Isharwanto, mengatakan, Kalsel menargetkan Geopark Pegunungan Meratus bisa menjadi anggota UNESCO Global Geopark. Saat ini, kelengkapan dokumen untuk penilaian geopark oleh tim penilai UNESCO telah disiapkan.

"Kalsel juga telah menyusun dokumen geosite heritage dan diusulkan kepada pemerintah pusat sebagai salah satu syarat penilaian Unesco Global Geopark," tuturnya.

Pemerintah pusat, dikatakan Isharwanto, sangat mendukung pembangunan geopark secara nasional melalui Perpres Nomor 9/2019 tentang pengembangan geopark melalui Menteri Koordinator Kemaritiman dan Bappenas.

Kalsel telah mengajukan 67 geosite yang berada dalam kawasan geopark menjadi kawasan cagar alam geologi. (OL-1)

 

BERITA TERKAIT