30 October 2019, 18:37 WIB

Lolos Jadi Kapolri, Idham Komit Perkuat Instansi Kepolisian


Putra Ananda | Politik dan Hukum

ANTARA/MUHAMMAD ADIMAJA
 ANTARA/MUHAMMAD ADIMAJA
Kabareskrim Komjen Pol Idham Aziz bersiap mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Kapolri di ruang Komisi III DPR, Kompleks Parlemen. 

KOMISI III DPR RI meloloskan Komjen Idham Aziz sebagai Kapolri menggantikan Jenderal (purnawirawan) Tito Karnavian. 

Keputusan komisi III tersebut diputuskan secara aklamasi pascatahapan uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) Kapolri yang berlangsung di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Rabu (29/10).

"Semua fraksi berkesimpulan bahwa tidak perlu membuat pandangan fraksi namun keputusan melalui kapoksi, yaitu aklamasi. Aklamasi untuk menyetujui Komjen Idham Azis sebagai Kapolri," kata Ketua Komisi III DPR Herman Hery di ruang Komisi III, Senayan, Jakarta, Rabu (30/10).

Hasil kesepatakan Komjen Idham Aziz sebagai Kapolri selanjutnya akan disampaikan kepada pimpinan DPR untuk dapat segera diparipurnakan. Jika tidak ada perubahan jadwal paripurna hasil uji kepatutan kelayakan calon Kapolri akan digelar besok.

"Sore ini kami langsung bersurat kepada pimpinan DPR untuk dibawa ke paripurna besok," tutur Herman.

Baca juga: Putra Idham Azis Mengaku Dilarang Nyetir sebelum Punya SIM

Dalam paparan uji kepatutan dan kelayakan Kapolri, Idham memaparkan 7 poin prioritas yang akan ia tingkatkan dan kerjakan selama menjabat sebagai Kapolri. Ke-7 program prioritas tersebut meliputi pengembangan SDM hingga penataan kelembagaan kepolisian untuk menjadi lebih profesional dan berintegritas.

"Dalam segi aspek peningkatan kinerja ada 3 hal utama yang jadi perhatian yaitu perbaikan pelayanan publik berbasis IT, penegakan hukum yang profesional dan berkeadilan, serta pengelolaan kamtibnas yang optimal," jelas Idham di hadapan pimpinan dan anggota Komisi III yang hadir.

Tidak hanya itu, Idham juga berkomitmen untuk menjaga netralitas kepolisian sebagai lembaga yang tidak berpolitik. Netralitas tersebut akan dibawa dalam perhelatan Pilkada serentak terdekat yaitu di tahun 2020 mendatang. Idham pun tidak ragu akan menindak aparatnya jika terbukti melalukan pelanggaran ketidaknetralan.

"Masalah netralitas Polri, saya beri jaminan bahwa Polri netral. Saya harus beri jaminan itu. Pelaksanaan pilkada serentak tahun 2020 itu netral dan itu dimulai dari saya. Saya tidak akan pernah ragu menindak anggota ketika dia tidak melakuakn sesuai dengan prosedur," ujarnya.

Usai melaksanakan kegiatan fit and proper test, Komjen Idham langsung menandanmtangani pakta integritas. Komjen Idham juga mengutip kata bijak dari Almarhum Presiden BJ Habibie.

"Kepada Tuhan saya tidak akan bertanya mengapa, kenapa dan bagaimana. Namun jika hamba diperkenankan mengajukan satu permohonan, maka berilah hamba petunjuk serta kekuatan untuk mengambil jalan yang benar sesuai dengan kehendak-Mu," kata Komjen Idham menutup sesi fit and proper test.

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menuturkan pimpinan DPR akan segera memparipurnakan hasil fit and proper test Kapolri. Hal itu dilakukan agar tidak terjadi kekosongan pimpinan lembaga kepolisian.

"Kita harapkan segera efektif Idham Aziz bisa kita paripurna dan segera dilantik karena Kapolri kan tidak bisa lama kosong sementara tugas banyak menanti," ujar Sufmi. (A-4)

BERITA TERKAIT