30 October 2019, 18:18 WIB

DLHK Karawang Data Terumbu Karang dan Mangrove yang Rusak


Cikwan Suwandi | Nusantara

ANTARA FOTO/Muhammad Arif Pribadi
 ANTARA FOTO/Muhammad Arif Pribadi
Tim Balai Pengelola Sumberdaya Pesisir dan laut (BPSPL) Padang mengukur suhu air laut saat meneliti terumbu karang

DINAS Lingkungan Hidup dan Kebersihan mulai melakukan pendataan mangrove dan terumbu karang yang terdampak tumpahan minyak PT Pertamina Hulu Energi (PHE) dari sumur YYA-2 Blok Offshore North West Java (ONWJ) di lepas Pantai Karawang, Jawa Barat.

"Dari hitungan awal kita saat ini sekitar 23 ribu pohon mangrove yang terdampak dari 93 ribu pohon. Tetapi hari ini kita ingin menyamakan presepsi dari data mangrove dan terumbu karang dinas, komunitas pesisir, kepala desa dan pegiat lingkungan," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Karawang, Wawan Setiawan, Rabu (30/10).

Baca juga: Polres Karawang Bersihkan Tumpahan Minyak Pertamina

Data tersebut dikumpulkan minggu depan. Setelah itu, pihaknya akan meminta komunitas pesisir dan kepala desa membentuk kelompok untuk menanam kembali mangrove dan terumbu karang di pesisir.

"Seluruh anggarannya kemudian akan dikaji oleh Pertamina dan Pertamina memberikan langsung kepada kelompok tersebut," ungkapnya.

Ia menegaskan kerusakan akibat tumpah minyak YYA-1 tersebut telah menyebabkan kerusakan lingkungan yang cukup parah di pesisir Karawang. Sehingga perlu recovery yang harus ditangani secara baik oleh Pertamina.

"Kita masih menunggu hasil dari ITB dan IPB. Kabarnya mereka menggunakan dua universitas tersebut," pungkasnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT