30 October 2019, 17:06 WIB

Tjahjo Mundur jika Gagal Pangkas Eselon dalam Setahun


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

MI/  	Andry Widyanto
 MI/ Andry Widyanto
Tjahjo Kumolo

MENTERI Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo menegaskan pesan Presiden Jokowi untuk membangun sistem birokrasi yang luwes dan ramping akan segera terealisasi dalam satu tahun. Jika gagal, dirinya siap mengundurkan diri dari jabatannya.

"Saya janji ke Presiden, kalau setahun ini saya tidak mampu (menyelesaikan pemangkasan eselon III dan IV), saya gagal, saya siap mundur," tegasnya seusai menggelar konferensi pers soal rekrutmen dan seleksi CPNS 2019 di Gedung Kementerian PAN-RB, Jakarta, Rabu (30/10).

 

Baca juga: Presiden Sebut ada Swasta Kuasia Tol Laut

 

Menurut dia, pelaksanaan tugas tersebut akan dimulai dari internal KemenpanRB dan ditargetkan rampung akhir November. Setelah itu akan mengumpulkan semua stakeholder untuk melakukan hal serupa di semua kementerian dan lembaga serta pemerintah daerah.

"Kenapa pertama di KemenpanRB karena sebagai contoh untuk semuanya. Setelah itu selama enam bulan saya persiapkan untuk kementerian, lembaga dan Pemda. Saya siap kena sanksi kena peringatan bapak Presiden. Ini kan tugas Menteri menjabarkan dengan cepat sesuai dengan aturan yang ada visi misi Presiden jadi saya akan menyelsaikan dengan cepat," paparnya.

Ia mengatakan dua jabatan itu memang membuat jalur birokrasi menjadi sangat panjang. Saat menjabat Menteri Dalam Negeri, Tjahjo mengakui bahwa berkas kerap mengendap di dua meja jabatan tersebut sebelum naik ke meja eselon II, I, Biro Hukum, Sekretaris Jenderal, dan akhirnya ke meja Menteri.

Dengan pemangkasan tersebut, kata dia, alur birokrasi bisa lebih cepat dan pelayanan terhadap masyarakat pun akan lebih baik. Pejabat yang terkena kebijakan tersebut hanya akan kehilangan kewenangannya sementara mengenai gaji tetap sama.

"Secara prinsip yang terima penghasilan itu, tidak akan kita kurangi," pungkasnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT