30 October 2019, 16:52 WIB

Indonesia Siapkan 5 Sektor Manufaktur Andalan di Hannover Messe


M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

ANTARA/WAHYU PUTRO A
 ANTARA/WAHYU PUTRO A
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto

MENTERI  Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebutkan, Indonesia akan berfokus pada investasi, ekspor dan mempromosikan sawit di gelaran Hannover Messe pada April 2020 di Jerman.

"Kita akan fokus pada investasi, ekspor, dan menjadi kesempatan buat kita untuk mempromosikan terkait sawit. Jadi terkait dengan biofuel, kita akan gunakan juga sebagai platform campaign di Eropa terkait dengan sustainibility kelapa sawit," ujar Airlangga usai menggelar rakor di kantornya, Rabu (30/10).

Indonesia akan mengenalkan lima sektor manufaktur andalannya pada ajang pameran itu. Lima sektor tersebut meliputi otomotif, elektronik, makanan dan minuman, kimia serta tekstil dan produk tekstil.

"Tapi di samping itu, sustainibilty kelapa sawit pun akan kita promosikan," tutur Airlangga.

Hingga kini sudah ada 100 perusahaan nasional yang akan berpartisipasi pada gelaran tahunan tersebut. Namun, Airlangga mengatakan, pemerintah menargetkan akan ada sebanyak 150 perusahaan yang ikut serta.

Indonesia merupakan negara ASEAN pertama yang menjadi mitra resmi gelaran Hannover Messe. Hal itu dinilai sebagai sebuah capaian.

Baca juga: Kelapa Sawit Jadi Bahasan untuk Gelaran Hannover Messe

Sementara, tujuan utama dari keikutsertaan Indonesia dalam acara itu yakni untuk meningkatkan hubungan perdagangan dengan negara-negara eropa.

"Khususnya Jerman kita tingkatkan. Kemudian investasi jerman di Indonesia bisa meningkat. Presiden juga harapkan dari kerjasama dengan Jerman itu terkait dengan kerja sama vokasi atau bidang SDM," tandasnya.

Hannover Messe merupakan pameran tahunan terbesar di bidang teknologi industri. Ajang tersebut memliki fokus pada isu terkait dengan industrial automation and IT (Industry 4.0), energy and enviromental technologies, energy efficiency, research and technology transfer, robotics, dan lainnya. Pameran ini dimanfaatkan para partisipan untuk meningkatkan ekspor serta menarik Foreign Direct Invesment (FDI).

Orientasi gelaran itu yakni untuk menggenjot ekspor dan invstasi. Selain lima sektor industri unggulan tersebut, Indonesia akan mendorong sektor lain agar dilirik oleh negara lain. (A-4)

BERITA TERKAIT