30 October 2019, 16:00 WIB

Dinkes DKI belum Terima Laporan Dampak dari Cat Mengandung Timbal


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

MI/Insi Nantika Jelita
 MI/Insi Nantika Jelita
Dinas Kepala Kesehatan DKI Widyastuti saat ditemui di Ruang DPRD DKI usai rapat kerja dengan Komisi E, Rabu (30/10)

 

KEPALA Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengaku belum menerima laporan dari warga yang terkena dampak langsung dari pemakaian cat mengandung zat timbal berbahaya. Pemakaian cat timbal tersebut ditemukan di alat-alat permaianan anak di taman-taman Jakarta.

"Sejauh ini belum ada laporan dari korban yang terdampak langsung. Untuk yang terkandung dalam mainan sendiri, kami belum mendapat laporan," ujar Widyastuti saat ditemui di Gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta, Rabu (30/10).

Ia mengatakan memang kandungan zat timbal dengan kadar tinggi dalam cat bisa membahayakan kesehatan seseorang. Temuan di Taman Menteng menjadi salah satu taman dengan paparan timbal tinggi. Temuan logam berat pada cat yang digunakan di permainan anak seperti perosotan, ayunan, jungkat-jungkit itu diungkap oleh Yayasan Nexus3.

"Memang timbal itu kalau tanda kutip dimakan dalam kandungan tertentu akan membahayakan status kesehatan. Contohnya, pada anak-anak atau rentan pada ibu hamil," kata Widyastuti.

Baca juga: Dinas Kehutanan DKI Dorong Taman Atap dan Taman Vertikal

Pihaknya akan mendalami temuan dari Yayasan Nexus3. Menurutnya, perlu ada bukti yang menyebut ada korban terkena langsung dampak dari kandungan zat timbal pada cat.

"Kami tidak bisa menuduh bahwa 'oh iya ini salah'. Itu kan harus ada bukti tertulis atau bukti memang mengindikasikan itu ada korelasinya (bahaya zat timbal pada cat)," jelas Widyastuti

Dinkes DKI segera mengecek permasalahan tersebut bekerja sama dengan pihak terkait untuk memastikan keberadaan kandungan cat yang berbahaya itu.

"Kami akan mengecek, berkoordinasi dengan teman-teman di lapangan. Tetap upaya preventif kami lakukan. Kegiatan yang berkaitan dengan itu harusnya dihadapkan pada produk ramah lingkungan. Itu jadi suatu budaya yang sudah kita sama-sama mengerti," tandas Widyastuti.

Sorotan adanya penggunaan bahan timbal pada cat diketahui berdasarkan temuan Yayasan Nexus3. Dari penelitian Nexus3 di 32 taman bermain, ditemukan 81 dari 115 permukaan permainan catnya mengandung konsentrasi timbal di atas 90 bagian per juta (ppm), yang menjadi standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Peralatan bermain dengan cat kuning ditemukan memiliki tingkat timbal paling tinggi, di atas 4.000 ppm.(OL-5)

BERITA TERKAIT