30 October 2019, 14:44 WIB

Menkes dan IDI Berkomitmen Tingkatkan Pelayanan Kesehatan


Atalya Puspa | Humaniora

MI/Atalya Puspa
 MI/Atalya Puspa
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dan Ketua Ikatan Dokter Indonesia Daeng Mohammad Faqih

MENTERI Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto berkunjung ke Kantor Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di Menteng, Jakarta Pusat pada Rabu (30/10). Dalam kesempatan tersebut, Terawan dan Ketua IDI Mohammad Daeng Faqih beserta jajaran IDI melakukan pertemuan tertutup.

Usai pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih satu jam tersebut, Terawan dan Daeng terlihat keluar dari dalam ruangan sambil bergandengan tangan.

Menkes Terawan menyatakan, dalam pertemuan tersebut keduanya membahas tentang sinergi yang akan dilakukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan IDI dalam bidang kesehatan di Indonesia.

"Jadi sesuai sumpah dokter, kami itu bersaudara. Jadi apa yang kami bicarakan, ya pembicaraan keluarga. Beliau (Daeng) sebagai kepala IDI, dan saya selaku pelayan beliau," kata Terawan.

Terawan menyebut, dalam pertemuan singkat itu, IDI memberikan masukan-masukannya untuk dunia kesehatan di Indonesia.

"Jadi tadi ada mengenai JKN, stunting, sama semua. Sevisi lah dengan pak Presiden. Tidak ada yg tidak sesuai keinginan pimpinan negara," lanjutnya.

Pada kesempatan yang sama, Daeng mengungkapkan kunjungan Terawan ke kantor IDI merupakan yang pertama kali setelah menjabat menjadi Menteri Kesehatan.

Daeng juga menepis kabar mengenai retaknya hubungan Terawan dan IDI yang selama ini beredar.

"Keanggotaan Pak Terawan di IDI masih. Kalau gak keliru dia dipilih sebagai ketua perhimpunan dokter radiologi," ujarnya.

Adapun, dalam pertemuan tersebut, Daeng menyebut IDI akan turut berkontribusi dari sisi pelayanan kesehatan di Indonesia.

"Kita akan bersama-sama kontribusi. Kita (IDI) kan lebih banyak ke sisi pelayanan, bagaimana layanan supaya berkualitas layanan itu untuk menjamin pasien safety," katanya.

"Nanti kami akan kita kan banyak perhimpunan-perhimpunan, masing-masing penanganan penyakit nanti akan berkontribusi sesuai kebutuhan pemerintah," imbuhnya.

Dirinya juga berharap, Terawan dapat menggaet berbagai pihak untuk terlibat aktif dalam Kemenkes untuk bersama-sama memperbaiki fasilitas kesehatan sertan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

"Pemerintah jangan hanya jari tegulator. Tapi menjadi penggerak supaya seluruh stakeholder bisa partisipasi dan kolaborasi. Itu paling penting. Dan saya harap beliau bisa lakukan itu," tandasnya. (OL-09)

BERITA TERKAIT