30 October 2019, 14:15 WIB

Reaktivasi Bandara Ngloram Blora Memasuki Penyiapan Lahan


Akhmad Safuan | Nusantara

MI/Akhmad Safuan
 MI/Akhmad Safuan
Bupati Blora  Djoko Nugroho  sedang melakukan sosialisasi kepada warga terdampak reaktivasi Bandara Ngloram, Rabu (30/10). 

PROSES reaktivasi Bandara Ngloram di Cepu, Kabupaten Blora terus berlanjut. Pemerintah Kabupaten Blora mulai menyosialisaiskan pembebeasan lahan untuk memenuhi kebutuhan pengembangan fasilitas Bandara Ngloram. Sosialisi dipimpin langsung oleh Bupati Blora, Djoko Nugroho didampingi Kepala Dinrumkimhub Pratikto Nugroho, Kepala Bappeda Samsul Arief, Inspektorat Kunto Aji dan perwakilan Kantor ATR/BPN (Pertanahan) Blora, Rabu (30/10).

Bupati langsung berdialog dengan 24 kepala keluarga yang terdampak pembangunan Bandara Ngloram. Seluruh warga menyatakan dukungannya dan bersedia adanya ganti untung terhadap lahan yang bakal digunakan. Bupati Blora Djoko Nugroho dalam keterangannya mengatakan kebutuhan untuk pengembangan fasilitas Bandara Ngloram seperti terminal, apron dan sebagainya, diperlukan pembebasan lahan sekitar 3,1 hektare.

Sebelumnya bandara yang mulai dapat didarati pesawat kecil pada akhir tahun ini, demikian Djoko Nugroho, sudah melakukan tahap pemanjangan landasan dari sebelumnya 1.200 meter menjadi 1.600 meter dan tahap pemagaran yang juga hampir rampung dalam pengerjaannya.

"Saya minta proses pembayaran pembebasan lahan warga yang terkena pembangunan pengembangan bandara telah selesai pada Desember mendatang," kata Djoko Nugroho.

Dengan selesainya proses ganti untung ini maka proses pembangunan agar segera dapat dilakukan.

"Kalau menyangkut harga, nanti tim apprasial yang akan menentukan dan itu dibicarakan dengan warga yang terkena pembebasan," imbuhnya.

Seorang warga yang lahannya terkena pembebasan Juwair, mempertanyakan proses penggantian lahan terkait dengan saatnya memasuki musim tanam pada November mendatang.

"Apakah kami masih bisa menggarap sawah yang terkena proyek ini?"  tanyanya.

Pertanyaan itu langsung dijawab oleh Kepala Unit Penyelenggara Bandara Udara (UPBU) Bandara Dewadaru, Yoga Komala mewakili Kementerian Perhubungan. Menurutnya lahan akan mulai digunakan untuk pembangunan jika pihak Pemkab Blora telah menyerahkan hibah lahan dan tahapan lelang selesai.

baca juga: Aliansi Mahasiswa Gelar Ciamis Youth Stage 2019

"Jika pembayaran akan dilakukan Pemkab pada bulan Desember dan masa lelang kami perkirakan 40 hari hingga 2 bulan, maka lahan mulai digunakan pada Februari. Lahan masih dapat ditanam hingga selesai panen baru dikerjakan pembangunan," kata Yoga. (OL-3)

BERITA TERKAIT