30 October 2019, 12:58 WIB

Seorang Kakek Ditemukan Meninggal Pasar


Depi Gunawan | Nusantara

MI/Depi Gunawan
 MI/Depi Gunawan
Jenazah Abah ditemukan meninggal dunia di sebelah gedung Pasar Atas Kota Cimahi, Rabu (30/10) pagi.

SEORANG kakek tua ditemukan meninggal dunia di sebelah gedung Pasar Atas Kota Cimahi, Rabu (30/10) pagi. Hasil identifikasi polisi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuhnya. Hasil keterangan saksi di lokasi kejadian, kakek yang diperkirakan berusia 80 tahun itu biasa disapa Abah. Sudah sekitar empat bulan, Abah hidup di jalanan atau tuna wisma.

Abah ditemukan meninggal dalam keadaan tergeletak beralaskan tikar yang digunakan sebagai alas tidur. Disampingnya terdapat alat-alat masak dan sebuah koper pakaian.

"Semalam itu kan hujan, saya suruh Abah pindah tapi enggak mau. Tadi saya mau ngasih kopi sekitar jam 08.30 WIB, dikira masih tidur tapi ternyata Abah sudah meninggal," kata Suryati, 52, saksi di lokasi kejadian.

Beberapa waktu lalu, Suryati mengaku, Abah pernah meminta jika dirinya meninggal agar diberitahukan kepada pengurus Masjid Al-Fatah.

"Katanya di masjid itu dia ada keluarganya," ujar Suryati.

Sejak menetap di sekitar Pasar Atas, Suryati pernah melihat Abah membeli peralatan memasak nasi untuk keperluan makan sehari-hari

"Meski jiwanya sedikit terganggu, tapi kalau diajak ngobrol masih nyambung," tambahnya.

Sementara itu, Empur Muhtar yang mengaku sebagai anak Abah memastikan jika jasad yang ditemukan warga bernama Maman Rohman, yang sudah menderita stres cukup lama.

Empur datang bersama keluarganya setelah tersiar kabar ditemukan pria tua yang sudah dalam keadaan meninggal dunia di sekitar Pasar Atas.

"Bapak namanya Maman Rohman usianya sudah hampir 70 tahun, sudah lama menderita stres dan suka berkeliaran. Padahal dia memiliki rumah di Jalupang Batujajar, tapi dia enggak bisa diam di rumah," ungkapnya.

Jenazah Maman lalu dibawa ke Kampung Sawahlega Cipageran Kecamatan Cimahi Utara untuk dimakamkan. Pihak keluarga keberatan korban diotopsi dan menerima kejadian itu sebagai musibah.

baca juga: OJK Minta Asosiasi Bentuk Lembaga Penyelesaian Sengketa

Kapolsek Cimahi, Kompol Saidina Mahdun menerangkan, pihaknya menerima laporan penemuan mayat dari pengurus terminal. Korban diketahui merupakan tuna wisma.

"Jenazah dibawa pulang pihak keluarga. Mereka menerima kejadian itu sebagai musibah," jelasnya. (OL-3)

 

DG)

 

Kuota Penerimaan CPNS di Sumsel Dipangkas

KUOTA penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Sumatra Selatan
mengalami pengurangan tahun ini. Kuota yang diterima Sumsel pada tahun lalu sebanyak 4.442 orang CPNS. Sementara pada 2019 ini kuota yang diberikan pusat hanya 3.983 orang CPNS. Artinya, pengurangan kuota di tahun ini lebih dari 10%.

"Di tahun 2019 ini jatah yang diberikan keseluruhan menurun dibandingkan tahun lalu," kata Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Kantor Regional VII, Agus Setiadi, Rabu (30/10).

Ia menuturkan, untuk pendaftaran penerimaan CPNS ini akan mulai dilakukan pada 11 November 2019. Hal ini sesuai dengan surat pemberitahuan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

Menurutnya, untuk tahun ini, jumlah pendaftar justru diprediksi akan
meningkat dibandingkan tahun lalu. Pelamar nantinya hanya bisa mendaftar di satu formasi jabatan saja di 68 kementerian/lembaga
dan 462 pemerintah provinsi, kabupaten dan kota.

"Untuk pendaftaran dapat melalui website SSCASN BKN. Kami imbau pendaftaran dilakukan serius. Karena jika tidak maka NIK akan diblokir hingga dua tahun kedepan," terangnya.

Ia menjelaskan penerimaan CPNS nantinya akan berbeda dari tahun sebelumnya. Pelamar yang tak lulus proses administrasi diberikan masa sanggah berupa klarifikasi penyebab atau alasan tidak lulus, sebelum lanjut ke tahapan tes berikutnya yaitu Computer Assisted Test (CAT).

"Setelah pengumuman administrasi diberikan waktu dua pekan untuk
menyanggah. Kemudian baru dilanjutkan. Artinya tes tahun ini benar-benar memberikan kesempatan bagi pelamar," kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sumsel, Nora
Elisha mengatakan, Pemerintah Provinsi Sumsel akan segera membuka
seleksi CPNS. Untuk tahun ini, Pemprov Sumsel hanya menerima jatah sebanyak 188 CPNS.

Diakuinya, semula pihaknya telah mengajukan usulan sebanyak 400 CPNS.
Namun, yang disetujui hanya 188 CPNS.

"Keputusan ini merupakan kewenangan pusat, dengan analisa seberapa kebutuhan di sini dan jumlah PNS yang ada saat ini di lingkup Pemprov Sumsel," katanya.

Untuk formasinya, rata-rata didominasi untuk tenaga teknis kesehatan,
pertanian dan beberapa bidang lainnya. Meskipun begitu, dirinya belum dapat merincikan formasi tersebut.

Hal itu karena harus menunggu petunjuk teknis dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

Menurutnya, meski penerimaan tahun ini lebih sedikit, jumlah
tersebut dapat memenuhi kebutuhan tenaga pegawai di lingkup Pemprov Sumsel.

"Mudah-mudahan, pelaksanaan CPNS tahun ini bisa berjalan lancar dan
memenuhi kriteria formasi yang dibutuhkan," tandasnya. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT