30 October 2019, 12:51 WIB

Menkes Tegaskan Dirinya Pelayan bagi Para Dokter


Antara | Humaniora

ANTARA/Aprillio Akbar
 ANTARA/Aprillio Akbar
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (kiri) dan Ketua Umum PB IDI Daeng M Faqih

MENTERI Kesehatan Terawan Agus Putranto menyebut dirinya sebagai pelayan bagi para dokter yang tergabung dalam Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI). Terawan menegaskan akan bekerja keras untuk memberikan apa yang dibutuhkan para tenaga medis.    

"Sesuai sumpah dokter, kami itu bersaudara. Jadi apa yang kami bicarakan ya pembicaraan keluarga, saya dengan beliau selaku Ketua IDI dan saya selaku pelayan beliau, Menteri Kesehatan kan pelayan," kata Terawan usai mengadakan pertemuan dengan jajaran pengurus PB IDI di Jakarta, Rabu (30/10).    

Menurut Terawan, dirinya sebagai Menkes wajib mengakomodasi dan mewadahi berbagai keinginan para dokter demi kepentingan ketahanan kesehatan nasional.

"Saya memberikan melayani semuanya apa keinginan beliau, apa yang harus saya wadahi demi kemaslahatan umat di dalam bidang kesehatan untuk ketahanan kesehatan nasional," kata Terawan.        

Baca juga: Ini Tarif Baru Iuran BPJS Kesehatan

Dia mengatakan Ketua Umum PB IDI Daeng M Faqih memberikan banyak masukan yang tajam dan menggelitik untuk segera ditindaklanjuti pemerintah.  

Menkes menyebut pertemuan antara Kemenkes dengan PB IDI akan terus dilakukan guna membahas berbagai hal teknis yang lebih mendetil dalam bidang kesehatan.    

Tujuannya, kata Menkes, agar pemerintah bisa menelurkan regulasi-regulasi yang sesuai dengan keinginan dan cita-cita luhur para dokter.        

Ketua Umum PB IDI Daeng M Faqih mengungkapkan kunjungan Menteri Kesehatan ke kantor IDI untuk menjalin koordinasi dan kekompakan antara pemangku kepentingan dalam penyelesaian masalah kesehatan di Indonesia.    

"Tadi silahturahmi kemudian diskusi santai, tapi lebih banyak di antara kita harus kompak. Di antara stakeholder harus tetap kompak karena permasalahan kesehatan yang dialami ini luar biasa kalau sekarang tidak kompak, terutama Kemenkes dan IDI sebagai stakeholder yang strategis di masalah kesehatan," kata Daeng.    

Menurut Daeng, permasalahan kesehatan di Indonesia tidak akan terselesaikan bila di antara para pemangku kepentingan tidak kompak atau bahkan berselisih. (OL-2)

BERITA TERKAIT