30 October 2019, 10:11 WIB

Menkeu Minta Jajarannya Jaga Kepercayaan Publik


M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

Antara
 Antara
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. 

KEMENTERIAN Keuangan (Kemenkeu) melaksanakan upacara pengibaran bendera dalam rangka memperingati Hari Oeang Nasional ke-73 di lapangan Kemenkeu, Jakarta, Rabu (30/10).

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati dalam pidatonya mengatakan, Kemenkeu sebagai instansi yang dipercaya untuk mengelola keuangan negara harus bisa terus menjaga integritas dan kepercayaan publik. Komunikasi yang dibangun oleh instansi bendahara negara juga harus mengedepankan transparansi.

Selain itu, kemenkeu juga diharapkan terus mampu melahirkan kebijakan fiskal yang mendukung pertumbuhan ekonomi guna mencapai pertumbuhan yang berkeadilan, inklusif dan merata.

Untuk mencapai semua itu, para jajaran kemenkeu diminta untuk meniru semangat pemuda Indonesia pada 1928. Di mana jauh sebelum kemerdekaan Indonesia dideklarasikan, para pemuda mampu melahirkan visi soal persatuan dan kesatuan bangsa.

"Saya ingin mengajak pada hari uang ke 73 ini agar kita selalu bekerja dalam semangat seperti pemuda pada tahun 1928. Memilki visi jangka panjang bahkan sebelum terjadi. Memiliki semangat yang berapi-api dan berkobar-kobar untuk mencapainya," ujar Sri Mulyani.

Dengan semangat persatuan itu, imbuhnya, maka visi Indonesia pada 2045 sebagai negara yang berpendapatan tinggi dan memiliki kesejahteraan yang merata akan tercapai.

Semangat itu tentu harus selaras dengan terus memfokuskan diri dengan melahirkan berbagai kebijakan yang beriringan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur yang merata dan transformasi perekonomian negara.

Kemenkeu sebagai instansi yang vital, sejatinya telah diamanatkan oleh Presiden Joko Widodo untuk bisa bekerja dengan menjaga integritas. Instrumen kebijakan fiskal melalui APBN haruslah benar-benar menghasilkan sesuatu yang bermanfaat hingga melahirkan kemakmuran bagi seluruh masyarakat Indonesia.

"Kita perlu mengubah mental kita dari hanya sekedar menyusun APBN dan melaporkan dalam bentuk penggunaannya, namun harus berfokus bagaimana APBN benar-benar bisa mencapai tujuan pembangunan," tukas Sri Mulyani.

Kemenkeu telah berusia 73 tahun dalam keuangan negara dan tugas kemenkeu kali ini akan menjadi lebih berat. Menjaga ketahanan perekonomian dalam negeri dari gejolak perekonomian global menjadi salah satu yang wajib diemban.

Hal itu bertujuan untuk menciptakan kedaulatan kemandirian ekonomi negara dan terus mengokohkan perekonomian dalam negeri.

"Ini adalah PR (pekerjaan rumah) kita, bagaimana keuangan negara bisa meningkatkan kemampuan SDM, membangun infrastruktur sehingga seluruh rakyat Indonesia sampai ke pelosok bisa menikmati kemerdekaan dan kesejahteraan secara adil dan bagaimana kita terus membangun institusi yang bersih dan efisien," ujar Sri Mulyani.

"Itu menjadi tantangan yang harus terus-menerus kita upayakan. Keuangan negara melalui fiskal merupakan salah satu instrumen dan kita harus terus menerus mengasah instrumen itu agar efektif," tandas Sri Mulyani. (OL-09)

BERITA TERKAIT