30 October 2019, 10:50 WIB

Anggaran LRT Koridor 1 Diusulkan Rp556,8 Miliar


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

MI/ARYA MANGGALA
 MI/ARYA MANGGALA
Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan light rail transit ( LRT) Jakarta Koridor I Fase I ( Kelapa Gading-Velodrome Rawamangun) .

DINAS Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta berencana membangun Lintas Rel Terpadu (LRT) dalam kota yang disebut Koridor 1 dengan rute Pulogadung-Kebayoran Lama. Rute ini melewati Senen, Jalan Letjen Suprapto, hingga Tanah Abang. Jaraknya 19 kilometer (km).

Anggaran pembangunan LRT yang diusulkan mencapai Rp556,8 miliar. Anggaran itu tercantum dalam Kebijakan Umum APBD dan Plafon Prioritas APBD Sementara (KUAPPAS) 2020.

"Kita kaji dan kita usulkan untuk membangun ini. LRT Jabodetabek sudah ada, tapi LRT dalam kota baru dari Pegangsaan 2 sampai Velodrome. Ini harus ditambah untuk bisa mengakomodasi jumlah perjalanan yang semakin meningkat di Jabodetabek ini," ungkap Kadishub DKI Syafrin Liputo di Gedung DPRD DKI Jakarta, kemarin.

Alasan pemilihan rute Pulogadung-Kebayoran Lama ialah berdasarkan kebutuhan masyarakat dan kajian keekonomian rute tersebut dengan permintaan yang cukup tinggi.

"Ini juga bagian dari hasil kajian kebutuhan rute LRT sepanjang 116 km yang sudah disetujui pemerintah pusat," kata Syafrin.

Menurut Syafrin, anggaran tersebut sebagian besar digunakan untuk membebaskan lahan bagi pintu-pintu masuk menuju Stasiun LRT. "Sebab targetnya LRT memiliki lintasan layang (elevated), sehingga meminimalisasi pembebasan lahan besar," paparnya.

Adapun pembangunan LRT akan menggunakan skema kerja sama antara pemerintah dan badan usaha (KPBU).

Syafrin mengungkapkan pembangunan LRT dari timur ke barat ini diperlukan untuk mempercepat penyediaan angkutan massal.

"Apalagi Moda Raya Terpadu (MRT) koridor timur-barat yang memiliki rute Kalideres-Ujung Menteng ditargetkan baru akan mulai berjalan pembangunannya pada 2025," ujar Syafrin.

Lebih lanjut, Syafrin menyebutkan jika ini disetujui, di tahun-tahun selanjutnya, Pemprov DKI bisa menganggarkan lagi untuk pembangunan infrastrukturnya. "Jika disetujui dan lancar, ini tiga tahun selesai. Artinya akan lebih cepat beroperasi dibandingkan dengan MRT timur-barat," tuturnya. (Put/J-2)

BERITA TERKAIT