30 October 2019, 11:00 WIB

Kanalisasi Jalur Puncak Dinilai Positif


Antara | Megapolitan

ANTARA/Yulius Satria Wijaya
 ANTARA/Yulius Satria Wijaya
Petugas BPTJ membentangkan papan informasi sosialisasi sistem kanalisasi di Jalur Puncak, Bogor, Jawa Barat, Minggu (27/10)

PENGAMAT tata kota dari Universitas Trisakti Yayat Supriatna menilai sistem kanalisasi 2-1 Jalur Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat atau pengganti sistem buka-tutup sebagai langkah positif.  

Dia mengamati uji coba kanalisasi itu pada Minggu (27/10).   

"Nanti kan ada rapat evaluasi antara Polres, BPTJ, Kementerian PU, Pemkab Bogor dan pihak-pihak lain untuk menyempurnakan," ujarnya saat dihubungi, Rabu (30/10).    

Menurut dia, uji coba pada Minggu (27.10) lalu itu dilakukan untuk memetakan titik-titik mana saja yang tetap terjadi kemacetan.

Hasilnya, sesuai prediksi dia, penumpukan kendaraan terjadi di sekitar Megamendung, pertigaan Jalan Hankam, serta Pasar Cisarua.   

Baca juga: Integrasi Transportasi Alihkan Masyarakat ke Kendaraan Umum

"Sekarang pertanyaannya, apakah nanti kanalisasi sampai ke Taman Safari atau tidak, ataukah hanya sebelum Pasar Cisarua? Karena ada kondisi titik-titik tertentu yang mungkin belum bisa diatasi sekarang," kata Yayat.        

Ia mengatakan, nantinya, sistem kanalisasi 2-1 bisa berlaku situasional di titik-titik tertentu mengingat belum semua Jalur Puncak bisa dibagi menjadi tiga lajur, melainkan hanya bisa dua lajur.    

Bisa juga dikolaborasikan dengan sistem buka tutup.    

"Nanti misalnya pagi itu tetap 2-1 tapi siangnya buka tutup, pagi 2-1 akhirnya kan memberikan kesempatan orang untuk turun dulu. Ini kan masih uji coba, tujuannya untuk melihat dimana titik-titik krusialnya," katanya.    

Bupati Bogor, Jawa Barat, Ade Yasin membeberkan beberapa catatan setelah melakukan pemantauan secara langsung uji coba sistem kanalisasi 2-1 Jalur Puncak, Kabupaten Bogor, yang dilakukan pada Minggu (27/10), sebagai pengganti sistem buka tutup atau satu arah (one way).    

"Ada beberapa catatan selama pemantauan berlangsung. Insya Allah beberapa catatan-catatan ini akan segera dicarikan solusinya bersama," ujar politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu. (OL-2)

BERITA TERKAIT