30 October 2019, 09:10 WIB

Pengelola Akun Wamen Zainut Diperiksa


Media Indonesia | Politik dan Hukum

Dok. Twitter
 Dok. Twitter
Akun Twitter resmi milik Zainut Tauhid Sa

POLISI mendalami kasus dugaan peretasan akun media sosial Twitter milik Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi. Pihak berwajib juga telah memeriksa Sya'ron Mubarok, pengelola akun milik Wamenag tersebut.

 "Telah dilakukan pengambilan berita acara pemeriksaan (BAP) saksi atas nama Sya'ron Mubarok sebagai pelapor dan selaku pengelola akun Twitter @zainuttauhid beserta dua orang saksi," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, kemarin, seperti dikutip Medcom.id.

Argo belum membeberkan dua nama saksi yang turut dipanggil tersebut. Ia juga sebelumnya menyebut penyidik mulai memeriksa saksi ahli. Hal itu dilakukan untuk menentukan ada tidaknya unsur pidana dalam laporan Zainut.

"Setelah memeriksa yang bersangkutan, nanti saksi-saksi. Lalu, terlapor akan diperiksa buat mengetahui siapa yang melakukan (peretasan)," ujar Argo.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Polda Metro Jaya Kombes Iwan Kurniawan mengungkapkan, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi sudah dimintai keterangan.

"Sudah dilakukan klarifikasi pada saat membuat laporan polisi, Minggu 27 Oktober 2019," kata Iwan saat dikonfirmasi, kemarin.

Akun Twitter resmi milik Zainut Tauhid Sa'adi @zainuttauhid diduga diretas. Pelaku menyisipkan konten pornografi.

Zainut melaporkan peretasan itu ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, Minggu (27/10). Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini juga melaporkan terkait pencemaran nama baik serta fitnah yang dilakukan lebih dari 32 akun media sosial.

Zainut menyampaikan permohonan maaf kepada publik atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat peretasan itu. Ia punmenjelaskan kronologi terjadinya peretasan.

"Saya mengetahui ada peristiwa dimuatnya postingan yang melanggar kesusilaan tersebut, baru diketahui setelah admin melaporkan bahwa ada seseorang yang mengendalikan (meretas) akun Twitter tersebut tanpa izin karena Twitter bisa dibuka dari device mana saja," ungkap Zainut, Minggu (27/10). (Ant/P-2)

BERITA TERKAIT