30 October 2019, 07:40 WIB

Ayo Tanam 25 Pohon Sepanjang Hidup


Indriyani Astuti | Humaniora

Dok. Humas KLHK
 Dok. Humas KLHK
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya membagikan pohon kepada para siswa Sekolah Global Mandiri, Kota Legenda Cibubur, Bogor.

KURANG dari seminggu setelah dilantik menjadi menteri lingkungan hidup dan kehutanan periode kedua, Siti Nurbaya mendatangi sekolah untuk kampanye gerakan peduli lingkungan.

Pasalnya, sekolah merupakan tempat mempersiapkan generasi penerus bangsa yang mencintai lingkungan.

Kali ini, Menteri Siti mendatangi Sekolah Global Mandiri Cibubur di Perumahan Legenda Wisata, Bogor, kemarin.

Kampanye peduli lingkungan hidup digelorakan Menteri Siti ketika tampil sebagai pembicara tamu dalam sesi untuk sharing profesi dan motivasi di hadapan 259 siswa.

"Saya hadir di sini karena sangat penting untuk aspek lingkungan yang memang harus bekerjanya bersama masyarakat," kata Siti.

Siti pun mengajak anak-anak sekolah untuk mencintai lingkungan dan menanam minimal 25 pohon seumur hidup. Selain itu, dia mengajak mereka untuk mengenal mangrove dan taman wisata.

"Seumur hidup kita harus pelihara cinta kita melalui pohon. Dua puluh lima pohon setiap orang seumur hidup," ucapnya.

Para siswa diharapkan agar menanam pohon sebanyak 5 pohon saat SD, 5 pohon saat SMP, 5 pohon ketika SMA, 5 pohon pada saat kuliah, dan 5 pohon saat dewasa.

Kementerian LHK pada kesempatan itu juga membagikan 300 pohon. Jenis pepohonan yang diberikan yakni buah-buahan, antara lain, mangga manalagi, rambutan, jambu jamaika, belimbing, jambu air, kelengkeng kristal, dan nangka mini.

Ia menjelaskan bahwa pohon juga berkontribusi untuk menekan laju pemanasan global yang diakibatkan perubahan iklim.

Indonesia, terang Menteri Siti, mempunyai hutan seluas 126 juta hektare yang harus dijaga. Negara-negara di dunia pun meminta Indonesia untuk menjaga alam karena ada perubahan iklim dan pemanasan global mengingat hutan Indonesia ialah salah satu yang terluas di dunia.

Selain itu, Menteri LHK juga menyinggung masalah sampah. Dia pun mengapreasiasi anak-anak sudah membawa botol minum atau tumbler sendiri sebagai upaya mengurangi sampah plastik.

"Kalau dibiarkan, botol plastik tidak terurai dalam waktu ratusan tahun. Membawa tumbler mengurangi pemakaian botol plastik sekali pakai," imbuhnya.

Dalam kesempatan itu Kementerian LHK membagikan sedotan pakai ulang dan botol minum kepada anak-anak yang hadir. Hal itu untuk mengedukasi mereka agar mengurangi sampah sejak dini.

Di lain hal, Siti Nurbaya membagikan pengalaman dan tugasnya sebagai menteri. Kementerian LHK, ucapnya, bertugas menjamin lingkungan yang baik dan sehat untuk rakyat Indonesia, juga bertanggung jawab atas hutan dan taman nasional termasuk biodiversity yang ada di dalamnya.

Kepala Sekolah Global Mandiri Anna Budiatmi menuturkan sesi sharing profesi dan motivasi ini diharapkan bisa menginspirasi siswa agar mempunyai cita-cita yang tinggi dan berjuang menggapainya. (Indriyani Astuti/X-10)

BERITA TERKAIT