30 October 2019, 04:00 WIB

Malas Bergerak Picu Osteoporosis Dini


. (Ata/H-2) | Humaniora

123RF
 123RF
ilustrasi

HARI Osteoporosis Sedunia diperingati setiap 20 Oktober. Osteoporosis terjadi ketika kualitas kepadatan tulang menurun seiring dengan bertambahnya usia.

Namun, jangan salah, osteoporosis juga bisa menyerang orang-orang di usia muda. Kok bisa? Dokter spesialis ortopedi dari Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) Luthfi Gatam mengungkapkan, osteoporosis di usia muda umumnya disebabkan faktor genetik, seperti osteogenesis imperfecta. Selain itu, malas bergerak juga dapat memicu osteoporosis di usia muda.

"Kalau orang normal kemudian kurang olahraga, tidak pernah kena sinar matahari, hidupnya terus di rumah saja, itu bisa memicu osteoporosis di usia muda," kata Luthfi kepada Media Indonesia saat dihubungi di Jakarta, pekan lalu.

Selain itu, osteoporosis di usia muda juga bisa disebabkan kondisi kelainan indung telur pada perempuan ataupun gangguan ginjal sejak dini yang menyebabkan tubuh tidak bisa menyerap vitamin D yang dibutuhkan tulang.

Luthfi menjelaskan, tulang manusia akan terus tumbuh selama ada pembebanan dan tarikan. Sebaliknya, saat tulang tidak bergerak, akan terjadi pengeroposan. Hal itu memicu turunnya kualitas pada tulang dan mengakibatkan osteoporosis.

Menurut Luthfi, orang dengan tubuh yang kurus lebih rentan terkena osteoporosis jika dibandingkan dengan orang yang memiliki tubuh gemuk. "Karena orang yang kurus cenderung tulangnya lebih keropos ketimbang orang yang gemuk," tambah Luthfi.

Kasus lain yang dapat menyebabkan osteoporisis, yakni orang-orang usia muda yang mengalami skoliosis atau bengkok pada tulang belakang.

Bagi orang yang tidak memiliki bawaan genetik maupun penyakit yang memicu osteoporosis, Luthfi menyarankan untuk mencegah osteoporosis sejak dini dengan banyak melakukan aktivitas sejak muda.

Olahraga rutin juga dapat dilakukan untuk terus memberikan ruang pada tulang agar tetap tumbuh dan tidak mengalami kekopongan. Selain itu, makan dan minumlah yang kaya protein, kalsium, dan vitamin D.

"Konsumsi yang normal-normal untuk memenuhi kebutuhan kalsium. Karena orang yang kebisasaan tidak pernah makan yang mengandung kalsium, pro vitamin D atau protein cukup, dia akan kekurangan deposit kalsium di dalam tulang," tandasnya. (Ata/H-2)

BERITA TERKAIT