30 October 2019, 03:00 WIB

Kliring Jalan Tol Dibentuk Tahun Depan


MI | Ekonomi

ANTARA
 ANTARA
Jalan tol

PEMERINTAH berencana membentuk sebuah lembaga kliring pada 2020 yang bertanggung jawab atas penyesuaian tarif seluruh jalan tol di Indonesia. Tujuannya agar tercipta tarif tol yang memberi rasa keadilan, baik kepada masyarakat maupun investor.

"Kalau sekarang, kebijakan tarif itu masih fokus pada pengembalian investasi, padahal salah satu tujuan dari tarif yakni bisa membagi yang adil antara pengguna dalam kota, luar kota, dan sebagainya. Sekarang fokusnya masih pada investasi," kata Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Danang Parikesit dalam diskusi kelompok terarah (FGD) bertema Integrasi dan konektivitas menjadi kunci untuk menarik swasta berinvestasi di jalan tol, di Menara Kadin, Jakarta, kemarin.

Ia menambahkan, lembaga kliring itu akan menyesuaikan tarif tol yang akan dilakukan setiap tahun. Dengan demikian, lembaga kliring akan memberikan kepastian bagi investor yang ikut membiayai pembangunan tol tersebut.

"Jadi, lembaga kliring itu akan menjadi jembatan untuk pelayanan publik dengan kebutuhan kebijakan dan kebutuhan investasi," ujarnya.

Dalam paparan itu Danang menerangkan, di periode pertama pemerintahan Joko Widodo, pemerintah telah membangun 1.500 km tol. Jumlah tersebut akan bertambah menjadi 2.200 km hingga akhir 2019. Adapun pembangunan tol hingga 2024 ditargetkan mencapai 2.500 km.

Dalam diskusi itu Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Konstruksi dan Infrastruktur Erwin Aksa mengatakan pemerintah perlu membuat kebijakan yang menarik untuk menggaet investor lebih banyak lagi dalam skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) jalan tol.

Apalagi dalam lima tahun ke depan, menurut rencana, akan dibangun tol sepanjang 2.500 km yang membutuhkan dana Rp250 triliun-Rp375 triliun.

"Pemerintah perlu mengeluarkan sejumlah kebijakan yang menarik dari sisi investasi agar swasta tertarik dan mau berinvestasi di proyek pembangunan jalan tol," ujarnya. (Van/E-2)

BERITA TERKAIT