29 October 2019, 22:05 WIB

Ukraina dan Separatis Pro-Rusia mulai Tarik Pasukan


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

AFP
 AFP
Tentara Ukraina

TENTARA Ukraina dan separatis yang didukung Rusia mengatakan, Selasa (29/10), mereka telah mulai menarik pasukan mereka dari daerah utama di timur Ukraina yang dilanda perang menjelang pertemuan puncak tingkat tinggi dengan Rusia.

Penarikan persenjataan yang ditunggu-tunggu adalah prasyarat untuk pembicaraan tatap muka pertama antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan timpalannya dari Ukraina, Volodymyr Zelensky, yang akan dimediasi oleh para pemimpin Prancis dan Jerman.

"Proses penarikan pasukan dimulai oleh kedua belah pihak ... di daerah Zolote-4 di wilayah Lugansk,” kata tentara Ukraina di Facebook.

Vladislav Deinego, seorang perwakilan dari republik Lugansk yang memproklamirkan dirinya sendiri, juga mengatakan penarikan pasukan di daerah itu telah dimulai.

Pengawas dari Organisasi untuk Keamanan dan Kerja Sama di Eropa (OSCE) mengonfirmasi langkah tersebut.


Baca juga: CEO Boeing Datangi KBRI Washington Sampaikan Duka Cita dan Maaf


Sejak berkuasa pada Mei, Zelensky, seorang komedian yang berubah menjadi presiden, telah berusaha menghidupkan kembali proses perdamaian untuk mengakhiri konflik separatis berusia lima tahun di Ukraina timur yang telah menewaskan sekitar 13.000 jiwa.

Rencana perdamaian Zelensky termasuk penarikan pasukan telah banyak dikritik oleh banyak orang di Kiev, terutama veteran perang dan kaum nasionalis.

Selama beberapa minggu terakhir, ribuan Ukraina termasuk pendahulu Zelensky, Petro Poroshenko, melakukan aksi protes di Ibu Kota Kiev dan kota-kota lain, mengecam penarikan pasukan sebagai tindakan 'menyerah'.

Kaum nasionalis akan mengadakan unjuk rasa baru di luar kantor Zelensky pada Selasa waktu setempat.

Berbagai organisasi nasionalis bahkan mengerahkan pasukan mereka sendiri ke Zolote dalam upaya untuk mencegah mundurnya pasukan Ukraina. (AFP/OL-1)

 

BERITA TERKAIT