29 October 2019, 21:42 WIB

Perubahan Pola Migrasi Maksimalkan Potensi Bonus Demografi


Atalya Puspa | Ekonomi

Antara/Dhemas Reviyanto
 Antara/Dhemas Reviyanto
Direktur Jenderal Kekayaan Negara kementerian Keuangan Isa Rachatarwata

PEMINDAHAN Ibu Kota Negara (IKN) dari Jakarta ke Kalimantan Timur akan membawa membawa perubahan pada pola migrasi. Direktur Jenderal Kekayaan negara Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata menilai, hal itu  positif untuk memanfaatkan bonus demografi di Indonesia.

"Apabila pola migrasi diperbaiki akan menciptakan pemerataan bonus demografi. Karena, bonus demografi yang tidak dikelola dengan baik malah akan menciptakan kesenjangan yang lebih besar," kata Isa di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (29/10).

Ia mengungkapkan, bonus demografi merupakan salah satu peluang besar bagi Indonesia untuk keluar dari middle income trap.

Berdasarkan data Hasil Proyeksi Supas, Indonesia akan terus mengalami pertumbuhan penduduk hingga mencapai 318 juta jiwa pada 2045 mendatang. Adapun, hingga 2045 diprediksi  usia penduduk produktif (15-64 tahun) akan mendominasi 68,7% dibanding usia lainnya.

Baca juga : Pemindahan Ibu Kota Diyakini Mampu Maksimalkan Bonus Demografi

Dengan pemindahan IKN, diharapkan terjadi pemerataan bonus demografi hingga berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Pasalnya, pemerataan bonus demografi bisa menciptakan ruang baru untuk berbagai sektor ekonomi yang terus tumbuh.

"IKN menjadi kota baru yang akan mengurangi ketimpangan. Karena kota-kota baru akan muncul untuk menunjang perekonomian. Otomatis akan meningkatkan investasi dan pembangunan berkelanjutan ekonomi," tuturnya.

Untuk mendukung kesuksesan pemindahan IKN demi kesejahteraan ekonomi dan sosial masyarakat, Isa berharap dukungan dari berbagai pihak mulai dari pemerintah hingga masyarakat luas.

"Ini adalah kerja multidimensional yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Mulai dari swasta untuk investasi infrastruktur, pemerintah daerah, hingga masyarakat luas," tutupnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT