29 October 2019, 21:01 WIB

Pembangunan Infrastruktur dari Pinggir untuk Keadilan Sosial


Abdillah Muhammad Marzuqi | Politik dan Hukum

PRESIDEN JOKOWI RESMIKAN JEMBATAN YOUTEFA PAPUA
 PRESIDEN JOKOWI RESMIKAN JEMBATAN YOUTEFA PAPUA
Setpres

KUNJUNGAN kerja Presiden Joko Widodo ke Indonesia Timur menurut analia politik Exposit Strategic Arif Susanto, merupakan perwujudan dari visi pembangunan pemerintah yakni membangun Indonesia dari pinggiran.

"Membangun Indonesia dari pinggiran menjadi bagian penting pendekatan pembangunan pemerintahan Jokowi," terang Arif dalam keterangan tertulisnya (29/10).

Menurutnya pembangunan infrastruktur menjadi kunci pemerintah untuk membuka akses seluas-luasnya kepada masyarakat dan meningkatkan mobilitas. Tidak berhenti pada infrastruktur, pemerintah juga perlu mendorong agar infrastruktur tersebut agar bisa memperkuat ekonomi masyarakat.

 

Baca juga:  Kebijakan Jokowi di Papua tidak Sentuh Akar Persoalan

 

"Lewat pembangunan infrastruktur, pemerintah membuka akses masyarakat luas dan meningkatkan mobilitas. Selanjutnya, perlu didorong agar pembangunan tersebut dapat memperluas kesempatan ekonomi dan mempercepat distribusinya secara berkeadilan," lanjut Arif.

Keadilan sosial, jelasnya sudah lama menjadi problem. Pembangunan bukan hanya memusat di Jawa, tetapi juga hasilnya bertumpuk di kalangan elite. Agar hal itu tidak terjadi, Presiden Joko Widodo dituntut bukan hanya berkunjung ke wilayah-wilayah yang selama ini kerap diabaikan, tetapi juga perlu memastikan bahwa pembangunan tidak mengeksploitasi alam maupun manusia.

"Dalam kerangka tersebut, perspektif pinggiran juga perlu diberi tempat dalam pertimbangan kebijakan. Secara partisipatori, mereka harus menjadi subjek, bukan objek pembangunan. Demikian pula, investasi pembangunan infrastruktur harus diimbangi pembangunan manusia agar warga setempat tidak menjadi sekadar penonton kemajuan wilayahnya," pungkasnya. (OL-8)

 

BERITA TERKAIT