30 October 2019, 08:00 WIB

Integrasi Transportasi Alihkan Masyarakat ke Kendaraan Umum


mediaindonesia.com | Megapolitan

MI/SUMARYANTO BRONTO
 MI/SUMARYANTO BRONTO
Penumpang menaiki Moda Raya Terpadu (MRT) di Stasiun  Fatmawati, Jakarta. 

SEPANJANG dua tahun terakhir ini Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan gencar membangun integrasi antarmoda transportasi khususnya yang dikelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI, yakni PT MRT Jakarta, PT Transpotasi Jakarta, dan PT LRT Jakarta.

Integrasi yang dibangun tersebut terbukti mampu meningkatkan jumlah pengguna angkutan umum yang berarti mengurangi pengguna kendaraan pribadi.

Sejak MRT fase 1 rute Selatan-Utara Lebak Bulus-Bundaran HI resmi beroperasi komersial pada 1 April lalu misalnya, jumlah penumpang Trans-Jakarta ikut melonjak.

Berdasarkan data yang dihimpun Media Indonesia, jumlah penumpang Trans-Jakarta meningkat dari semula 690 ribu penumpang per hari menjadi 773 ribu penumpang per hari. Rekor tertinggi 773 ribu penumpang itu dicapai pada hari pertama MRT beroperasi secara komersial pada 2 April 2019.

Jumlah tambahan penumpang dari rute-rute pengumpan pun ikut terjadi.Contohnya, rute S41 Pondok Cabe-Tanah Abang yang melewati Lebak Bulus digunakan sebanyak 1.404 penumpang per hari.Kemudian, rute pengumpan D21 Lebak Bulus-UI digunakan sebanyak 2.631 orang. Begitu pun rute Royal Trans, yakni BSD-Fatmawati dan Bintaro-Fatmawati yang digunakan 586 orang.

Peningkatan penumpang terjadi pula pada integrasi dari kehadiran Jak Lingko. Menurut Direktur Bidang Pengembangan dan Layanan Bisnis PT Transjakarta Welfizon Yuza, dari integrasi dengan menggandeng operator angkutan kota melalui program Jak Lingko, peningkatan penumpang cukup pesat.

“Tahun ini jumlah penumpang Jak Lingko khususnya Mikrotrans itu sudah 200 ribu orang per hari,” ungkapnya saat ditemui Media Indonesia di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (23/10).

Rencananya pada tahun ini, PT Transpotasi Jakarta akan terus menambah rute Mikrotrans hingga sebanyak 360 rute dari jumlah rute sebelumnya yang hanya 150 rute.

Transportasi Jakarta juga berencana menambah sebanyak 10.378 armada, mulai armada bus dalam koridor, bus nonkoridor, metrotrans, hingga mikrotrans.

Ia pun berencana terus menambah jumlah rute dan angkutan mikrotrans dengan merangkul lebih banyak lagi operator angkutan kota dan bus sedang di Jakarta.

Angkutan miktrotrans yang diperluas nantinya membantu memudahkan masyarakat untuk mencapai angkutan massal dengan cepat, nyaman, aman, dan harga tarif yang terjangkau.“Perluasan mikrotrans akan memudahkan untuk mendukung perjalanan masyarakat baik first mile dan last mile,” ungkapnya.

Bukan hanya itu, PT Transportasi Jakarta juga memudahkan masyarakat untuk membeli kartu Jak Lingko di halte Trans-Jakarta dan bus kecil Jak Lingko.Adapun informasi lokasi penjualan kartu Jak Lingko juga selalu di-update di media sosial Trans-Jakarta.

“Masyarakat bisa menghubungi call center Trans-Jakarta 1500-102 atau mention akun Twitter resmi Trans-Jakarta @PT_Transjakarta, Pemprov DKI Jakarta @DKIJakarta, MRT Jakarta @mrtjakarta, LRT Jakarta @lrtjakarta, dan Jakarta Smart City @JSCLounge,” pungkas Welfizon.

Terapkan SPM
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menyebutkan program Jak Lingko juga merupakan upaya Pemprov DKI untuk memperbaiki sistem bertransportasi di Ibu Kota.

Pemprov DKI melalui PT Transportasi Jakarta merangkul para operator angkutan kota untuk memperbaiki pelayanan mereka.

“Jadi kami merangkul sambil menerapkan standar pelayanan minimum (SPM).Mereka tinggal jalan saja, kami yang akan mencari penumpang karena tugas kamilah yang mendesain rute-rute,” ungkap Syafrin.

Ia juga menegaskan dengan bergabungnya operator dalam sistem SPM akan memperbaiki wajah angkutan umum yang dahulu dikenal reot, tua, suka ugal-ugalan, dan hanya mengejar setoran. Saat ini angkutan kota yang bergabung dengan Jak Lingko dan disebut dengan mikrotrans itu sudah mengikuti SPM.

“Mereka juga sekarang tidak perlu lagi ngebut-ngebut dan mengejar setoran.Nanti kami yang membuat SPM, mereka mematuhi itu,” pungkas Syafrin. (Put/S5-25)

BERITA TERKAIT