30 October 2019, 08:00 WIB

Murah dan Nyaman Naik Jak Lingko


mediaindonesia.com | Megapolitan

ANTARA/Aditya Pradana Putra
 ANTARA/Aditya Pradana Putra
Jak Lingko di Terminal Bus Terpadu Pulogebang, Jakarta Timur.

SUDAH beberapa bulan ini Aryana Dita, 23, memanfaatkan angkutan umum Mikrotrans yang tergabung dalam program Jak Lingko untuk pulang pergi dari rumah hingga ke tempatnya bekerja di kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan.

Lajang yang akrab disapa Dita itu bertempat tinggal di Kelurahan Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Sebelum ada Jak Lingko dengan rute Jak-21, ia harus memutar otak karena harus mengeluarkan ongkos lebih besar dan menyediakan waktu lebih lama untuk mempuh perjalanan.

“Dengan Jak Lingko kini jadi lebih cepat. Dia enggak ngetemkan. Lalu mobilnya bersih.Sopirnya bersih, tidak merokok.Nyaman deh,” cerita Dita ketika ditemui MediaIndonesia, Rabu (23/10).

Jak Lingko, menurutnya, membuat dia berhemat untuk biaya transportasi. Dengan menggunakan Mikrotrans yang kemudian dilanjutkan dengan bus Trans-Jakarta, ia cuma merogoh Rp3.500 sekali perjalanan atau hanya Rp7.000 per hari.

“Irit banget kan. Dibanding kalau naik angkot biasa ataupun naik ojek daring lalu naik bus Trans-Jakarta itu masih mahal,” ungkapnya.

Ia pun berharap ke depan angkutan Jak Lingko semakin diperluas. Saran lainnya ialah agar Trans-Jakarta membuat halte yang lebih memadai untuk tempat pemberhentian angkutan Mikrotrans.

“Pemberhentiannya kebanyakan hanya pakai rambu.Kadang sopir pun masih suka terlewat.Padahal ada penumpang yang menunggu.Belum lagi, kalau khawatir ada hujan bagaimana,” tuturnya.

Ia pun meminta agar para sopir atau di tempat pemberhentian yang ramai penumpang bisa menjual kartu Jak Lingko sebab, bagi warga pendatang yang jarang ada di Jakarta, cukup kesulitan mendapat kartu Jak Lingko.

“Karena naik angkutan itu jika tak ada kartu memang pasti akan ditolak sopirnya.Sementara itu, angkutan kota yang biasa sudah jarang,” ungkapnya.

Terkait dengan hal itu, Direktur Bidang Pengembangan dan Layanan Bisnis PT Transportasi Jakarta Welfizon Yuza menyatakan, masyarakat dapat membeli kartu Jak Lingko di halte Trans-Jakarta dan bus kecil Jak Lingko.

“Untuk informasi lokasi penjualan kartu Jak Lingko, kami juga selalu meng-update di media sosial Trans-Jakarta.Masyarakat dapat menghubungi call center Trans-Jakarta 1500-102 atau mention akun Twitter resmi Transjakarta @PT_Transjakarta,” terang Welfizon.

Survei
Dihubungi terpisah, pengamat perkotaan Djoko Setijowarno menyebut guna mendorong efektivitas program Jak Lingko harus ada evaluasi dan survei untuk mengetahui jumlah pengendara pribadi yang beralih ke angkutan umum Jak Lingko.

Dengan evaluasi ini akan ditemui alasan apa yang membuat orang enggan beralih ke Jak Lingko. Selain itu, Djoko menilai kebijakan Jak Lingko tidak akan berhasil apabila kendaraan pribadi tidak serius dibatasi.

“Jak Lingko itu kan sudah bisa jadi first mile dan last mile. Jadi, seharusnya kendaraan pribadi seperti motor lebih terkena pembatasan. Pasalnya, jumlah terbesar kendaraan pribadi yang dipilih menjadi first mile dan last mile oleh masyarakat adalah motor,” ungkapnya. Tanpa ada pembatasan, menurut dia, peningkatan penumpang Jak lingko tidak akan signifikan. (Put/S5-25)

BERITA TERKAIT