30 October 2019, 08:00 WIB

Menyatukan Moda Jakarta dengan LRT Jabodetabek


mediaindonesia.com | Megapolitan

MI/BARY FATHAHILAH
 MI/BARY FATHAHILAH
Proses pengangkatan perdana kepala gerbong kereta layang ringan atau LRT ke atas rel di Stasiun Harjamukti, Depok, Jawa Barat. 

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta tidak hanya mengintegrasikan sistem transportasi dengan angkutan umum yang dikelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta.Lebih dari itu, integrasi dilakukan angkutan umum yang dikelola badan usaha milik negara (BUMN), semisal LRT Jabodetabek dan KRL.

Menurut Direktur Teknis dan Fasilitas PT Transjakarta Yoga Adiwinarto, integrasi dengan KRL sudah dijalankan dengan menyediakan bus-bus untuk mengoneksikan penumpang pada stasiun, seperti Stasiun Tebet, Stasiun Manggarai, Stasiun Tanah Abang, Stasiun Palmerah, Stasiun Kebayoran Lama, Stasiun Pasar Minggu, Stasiun UI, dan Stasiun Cakung.

“Untuk integrasi Trans-Jakarta dengan LRT Jabodetabek dilakukan di tiga stasiun LRT rute Cawang-Dukuh Atas, yakni Stasiun Halte Depkes, Halte GOR Sumantri, dan Halte Setiabudi Aini,” kata Yoga saat ditemui Media Indonesia di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (23/10).

Pada tiga halte itu tepat di atasnya akan dilalui jalur LRT Bodebek rute Cawang-Dukuh Atas. Dengan begitu, integrasi fisik akan dilakukan melalui pembangunan elevator atau tangga dari halte menuju stasiun.

Integrasi fisik juga dilakukan pada perluasan Halte Cawang BNN karena saat ini Halte Cawang BNN sudah terlalu sempit. Rencananya, perombakan empat halte itu dilakukan pada 2020 dan bersamaan dengan selesainya pembangunan LRT Cawang-Dukuh Atas yang akan beroperasi pada 2021.

Dua halte lain yang akan berintegrasi dengan LRT Bodebek, yakni Halte Ciracas/Kampung Rambutan dan Halte Harja Mukti/Cibubur. Kedua halte itu akan besinggungan dengan rute LRT Bodebek Cawang-Cibubur.

Halte Ciracas akan diperluas sekaligus dibangun transit plaza untuk memudahkan penumpang berganti moda, sedangkan integrasi Halte Harja Mukti/Cibubur dengan LRT Bodebek Cawang-Cibubur paling memungkinkan ialah membangun jembatan penghubung di antara kedua sarana itu.

“Untuk merencanakan integrasi dua halte ini, PT Trans-Jakarta telah melakukan pertemuan dengan Adhi Karya selaku kontraktor LRT Bodebek pada 7 Agustus lalu.LRT Bodebek rute Cawang-Cibubur ditargetkan akan beroperasi akhir tahun ini,” pungkas Yoga.

Utamakan kenyamanan
Secara terpisah, pengamat transportasi Djoko Setjiwarno mengungkapkan integrasi angkutan umum oleh Pemprov DKI sudah semakin maju.Hal yang perlu digarisbawahi adalah meningkatkan kenyamanan para pejalan kaki untuk berpindah moda.

“Seperti di Singapura itu sepanas apa pun orang mudah berpindah moda tetap nyaman, mau hujan juga nggak kehujanan.”

Pemprov DKI juga harus bekerja lebih keras merangkul pemda sekitar DKI dalam menata transportasi.Dalam hal membina transportasi di daerah mitra juga butuh campur tangan Kementerian Perhubungan.“Karena sebaik apa pun layanan transportasi di Jakarta tidak akan bisa berhasil jika daerah mitra tak ikut memperbaiki transportasi mereka,” tegas Djoko.

Hal itu disebabkan sepertiga perjalanan di Jakarta turut disumbangkan oleh perjalanan kaum komuter dari Bodetabek.“Jadi, untuk memutus mata rantai penggunaan kendaraan pribadi harus merangkul pemda mitra,” ujar Djoko. (Put/S5-25)

BERITA TERKAIT