29 October 2019, 20:20 WIB

Kemendikbud Beri Penghargaan 21 Diktendik Berprestasi 2019


Intan Yunelia | Humaniora

Ist
 Ist
Para peraih penghargaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Diktendik) Berprestasi 2019 dari Kemendikbud di Jakarta, Senin (28/10) malam.

DIREKTORAT Jenderal Sumber Daya dan Dikti (SDID) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kembali menggelar Anugerah Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Diktendik) Berprestasi 2019.

Ajang ini diselenggarakan untuk memberikan penghargaan kepada tenaga pendidik maupun kependidikan yang berprestasi, baik dari sisi temuan, inovasi, karya, hingga kualitas layanan serta dedikasi selama menjalankan profesinya.
 
Rangkaian acara Diktendik Berprestasi 2019 ini dilakukan sejak 26 Oktober 2019. Kemudian pada 27 Oktober para finalis terpilih kembali berkompetisi di hadapan para juri.
 
"Hingga akhirnya terpilih tiga pemenang terbaik dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia," kata Bunyamin di Jakarta, Senin (28/10) malam.

Terdapat tujuh penghargaan yang diberikan, meliputi dua penghargaan untuk dosen, yakni dosen berprestasi bidang sains dan teknologi (saintek), serta dosen berprestasi bidang sosial dan humaniora (soshum).
 
Sedangkan lima penghargaan lainnya dianugerahkan kepada tenaga kependidikan, meliputi pranata laboratoriun pendidikan, pustakawan, arsiparis, pengelola keuangan, dan administrasi akademik berprestasi.
 
Direktur Karier dan Kompetensi SDM Kemendikbud, Bunyamin Maftuh, mengatakan, para finalis telah melalui penyaringan di tingkat universitas, baru kemudian mengikuti tahapan. Jumlah peserta awal yang mengikuti Diktendik Berprestasi 2019 sebanyak 279 orang, kemudian terpilih 10 finalis untuk masing-masing kategori.


Baca juga: Gelar Rapat Koordinasi, Menag Ingatkan Soal Radikalisme

 
"Jika sebelumnya kami memberikan penghargaan Academic Leader bagi para profesor dengan pertimbangan dedikasi yang diberikan sepanjang kariernya, maka Diktendik Berprestasi ini diikuti oleh dosen dan tenaga kependidikan yang relatif usianya masih muda," jelas Bunyamin.
 
Hal ini karena persyaratannya adalah maksimal lektor kepala. Sedangkan penilaian berdasarkan karya yang telah dihasilkan selama lima tahun terakhir.
 
Malam Anugerah Diktendik Berprestasi tahun 2019 turut dihadiri oleh sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian, di antaranya Sekteraris Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Anondho Wijanarko, Direktur Sarana dan Prasarana Shofwan Effendi, Plt Direktur Kualifikasi SDM Juniarti Duwi Lestari, beberapa rektor, seperti Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Rektor Universitas Jember, dan Rektor Universitas Presiden, serta pejabat-pejabat Eselon III dan IV di kalangan Kemenristekdikti.
 

Berikut ini daftar pemenang Diktendik Berprestasi 2019:

Dosen Sains dan Teknologi Berprestasi
Juara: Anuraga Jayanegara (Institut Pertanian Bogor)
Pemenang II: Alva Edy Tontowi (Universitas Gadjah Mada)
Pemenang III: Leny Yuliati (Universitas Ma Chung Malang)
 
Dosen Sosial Humaniora Berprestasi
Juara: Adhi Setyo Santoso (Universitas Presiden)
Pemenang II: Megawati Simanjuntak (Institut Pertanian Bogor)
Pemenang III: Deny Willy Junaidy (Institut Teknologi Bandung)
 
Laboran Berprestasi
Juara: Yeni Rendieni (Universitas Padjadjaran)
Pemenang II: Riyanto (Universitas Islam Indonesia)
Pemenang III: Silviana Fransciska (Universitas Airlangga)
 
Pustakawan Berprestasi
Juara: Kurniasih Yuni Pratiwi (Universitas Brawijaya)
Pemenang II: Sony Pawoko (Universitas Indonesia)
Pemenang III: Khusnun Nadhifah (Universitas Jember)
 
Tenaga Administrasi Akademik Berprestasi
Juara: Syepriyanto Endrizal (Universitas Indonesia)
Pemenang II: Anies Rosdyana (Institut Teknologi Sepuluh Nopember)
Pemenang III: Fitriana Iftatika (Universitas Diponegoro)
 
Tenaga Pengelola Keuangan Berprestasi
Juara: Anom Setyo Widha (Universitas Airlangga)
Pemenang II: Kusnadi (Institut Pertanian Bogor)
Pemenang III: Rianti Mutiara (Universitas Indonesia)
 
Arsiparis Berprestasi
Juara: Ully Isnaeni Effendi (Universitas Gadjah Mada)
Pemenang II: Rama Nararya Anuraga (Universitas Sebelas Maret)
Pemenang III: Wawat Setiawati (Universitas Padjadjaran). (Medcom/OL-1)

 

BERITA TERKAIT