29 October 2019, 19:48 WIB

Esok Jalani Uji Kelayakan, Idham Diminta Jaga Stabilitas Keamanan


Putra Ananda | Politik dan Hukum

Antara
 Antara
Kapolri Jenderal Karnavian (kiri) menyerahkan tongkat komando kepada pejabat baru Kabareskrim Irjen Idham Azis (tengah), 24 Januari 2019

KOMISI III DPR-RI akan menggelar uji kelayakan (fit and proper test) calon Kapolri Komjen Idham Azis esok hari.

DPR diyakini bakal menerima sosok Idham sebagai kepala Polri yang baru. Rekam jejak hingga kapasitas yang menjadi dasar penerimaan terhadap Idham dinilai baik.

"Kita liat dinamikanya besok. Proses uji kelayakan dilakukan terbuka. Jika berjalan sesuai rencana maka Komisi III akan segera meluluskan Idham sebagai Kapolri," ujar Wakil Ketua Komisi III dari Fraksi NasDem Ahmad Sahroni, Selasa (29/10).

Sementara, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Perhubungan Carmelita Hartoto menaruh harapan kepada Idham bisa membangun dan menjamin kestabilan keamanan di semua wilayah Indonesia secara kondusif dan proaktif.

“Kami dari pengusaha tentunya mengharapkan penunjukan Kapolri baru bisa membangun kestabilan keamanan di seluruh pelosok nusantara, sehingga terjaminnya kondisi berusaha yang stabil,” kata Carmelita.

Apalagi, kata dia, pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) periode kedua ini juga fokus dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang profesional. Maka, berdaya saing adalah bagian dari menyehatkan dunia investasi dalam berusaha.

“Baik investasi luar negeri maupun dalam negeri. Oleh karena itu, peran Polri dalam menjaga stabilitas keamanan sangat penting,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua Badan Pengurus Pusat Himpinan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) Ajib Hamdani juga berharap Komjen Idham Azis yang dicalonkan tunggal sebagai Kapolri oleh Presiden Jokowi bisa menjaga stabilitas keamanan dan ekonomi di Indonesia.

“Ketika melihat seorang Pak Idham, maka kita punya harapan besar untuk itu. Justru, HIPMI memberikan harapan besar kepada Kapolri yang baru untuk bisa bekerja sesuai tupoksinya. Sehingga, dunia usaha bisa tumbuh lebih baik. Saya mempunyai harapan besar pak Idham bisa mengemban perannya dengan baik,” kata Ajib.

Sebenarnya, kata dia, HIPMI melihat bagaimana komitmen kepolisian menegakkan hukum dengan baik. Sebab, bagaimana pun pertumbuhan ekonomi berbanding lurus dengan keadilan dan penegakan hukum.

Menurut dia, HIPMI mempunyai harapan besar untuk menjaga stabilitas ekonomi tentu diimbangi dengan penegakan hukum yang adil. Apalagi, tensi politik saat ini cenderung menurun meskipun masih banyak persoalan radikalisme, hoaks dan lain-lain.

“Ini menjadi epicentrum masalah kita untuk lima tahun kepemimpinan Jokowi. Saya kira kalau gesekan-gesekan politik saat ini sudah tidak terlalu tajam,” ujarnya.

Sementara itu, tidak ada sinyal penolakan Idham dari DPR. Ketua DPR Puan Maharani dari fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) mengatakan, sejauh ini tidak ada penolakan dari DPR terhadap nama Idham yang diajukan Presiden Jokowi sebagai calon tunggal Kapolri.

"Idham Azis kan punya catatan baik yang panjang. Sejauh ini insyaallah tidak ada masalah juga,” kata Puan.

Idham merupakan perwira tinggi Polri lulusan Akademi Kepolisian 1988.

Ia bersama Tito telah lama melakukan kerja sama ketika mereka terlibat satuan tugas khusus penanganan peristiwa teror bom Bali II, 2005. Tito dan Idham juga telah terlibat dalam tim satuan tugas khusus untuk mengungkap sejumlah peristiwa teror di Poso, Sulawesi Tengah, periode 2005-2007.

Saat jadi Kapolda Metro Jaya, Idham mengungkap kasus penyelundupan narkotika jenis ganja seberat 1,3 ton dari Aceh ke Jakarta dan penyelundupan sabu-sabu 1,6 ton dari Taiwan di Anyer, Banten. (Ant/OL-8)

 

BERITA TERKAIT