29 October 2019, 16:53 WIB

Gelar Rapat Koordinasi, Menag Ingatkan Soal Radikalisme


Rifaldi Putra Irianto | Humaniora

MI/RAMDANI
 MI/RAMDANI
 Menteri Agama RI Fachrul Razi 

MENTERI Agama Fachrul Razi melaksanakan rapat koordinasi bersama dengan jajaranya di Kantor Kementerian Agama, Jalan M.H Thamrin, Kebon Sirih, Jakarta, Selasa (29/10).

Fachrul Razi mengatakan dalam rapat yang digelar, dirinya menyampaikan beberapa pokok-pokok pikiran yang mungkin dapat dikembangkan nantinya.

"Tadi kita bertemu dengan pimpinan-pimpinan di daerah gitu ya silaturahmi. Kemudian memberikan ya pokok-pokok pikiran saya yang mungkin akan kita kembangkan sama-sama gitu ya," kata Fachrul, di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Selasa, (29/10).

Ia menyebutkan, dalam rapat koordinasi yang berlangsung, bukan hanya jajaran kementerian agama saja melainkan sejumlah rektor hingga pimpinan lembaga juga turut hadir.

"Kalau siapa saja saya enggak terlalu hafal, banyak sekali gitu ya. Tapi pimpinan-pimpinan, rektor-rektor, pimpinan-pimpinan asramah haji juga ada, pimpinan-pimpinan latihan diklat juga banyak," sebutnya.

Saat ditanya mengenai pokok pikiran apa saja yang disampaikan, ia menjawab salah satunya yakni pesan-pesan Presiden Joko Widodo kepada Kementerian Agama.

"Ya pokok-pokok pikiran menteri agama saja. Kemudian apa-apa yang akan dikembangkan ke depannya nanti. Terutama pesan-pesan pak Jokowi, harus fokus dan mencapai sasaran. Jangan sampai program itu hanya wacana-wacana saja tidak ada pencapaian sasarannya," jelasnya.

Baca juga: HMI Minta Menteri Agama Rangkul Kaum Muda

Ia tak menapik, bahwa salah satu pembahasan yang dilakukannya dalam rapat koordinasi tersebut membahas mengenai radikalisme. 

"Oiya pasti (membahas radikalisme), itu kan pesan utama pak Jokowi, " ungkapnya.

Saat dimintai tanggapanya mengenai upaya yang akan dilakukan untuk menekan deradikalis, ia mengatakan akan mendahulukan dengan cara imbauan.

"Oh tadi saya sudah menggarisbawahi, kita dahulukan tetap saja dengan mengimbau. Kalau mengimbau enggak kena ya kan kita kerja sama juga semua dengan aparat hukum," tuturnya. 

"Kalau dia sudah sampai pada ujaran kebencian misalnya, memprovokasi massa, itu kan kita bisa lakukan langkah-langkah hukum, dan itu bukan kementerian agama lagi tapi pihak kepolisian. Kan pesannya pak Jokowi, deradikalisasi bukan hanya kepada kementerian agama kan, termasuk polisi, tentara, semuanya," tukasnya. (A-4)

BERITA TERKAIT