29 October 2019, 16:45 WIB

Gempa Hantam Filipina Selatan, Warga Dicekam Ketakutan


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

AFP
 AFP
Filipina Selatan dihantam gempa dahsyat pada Selasa (29/10).

FILIPINA Selatan dihantam gempa dahsyat pada Selasa (29/10). Bencana tersebut mengakibatkan dua orang meninggal lantaran tertimpa reruntuhan bangunan.

Seorang bocah meninggal tertimpa tembok yang runtuh ketika ia mencoba melarikan diri dari sekolahnya di Magsaysay, kata seorang juru bicara kepada AFP. Siswa lain terluka akibat terinjak rekannya yang melarikan diri dari gedung.

Baca juga: Filipina Selatan Dilanda Gempa 6,6 Magnitudo

Guncangan berlangsung hingga satu menit di beberapa daerah, merusak rumah, bangunan bertingkat dan ruang kelas. Filipina menderita tremor regular sebagai bagian dari ‘cincin api’ Pasifik, sebuah busur aktivitas seismik yang kuat yang membentang dari Jepang hingga Asia Tenggara dan melintasi lembah Pasifik.

Setidaknya 50 orang terluka oleh puing-puing jatuh, termasuk sekitar tujuh murid dan guru terluka melarikan diri dari sekolah dasar mereka yang runtuh.

Penduduk setempat kaget oleh kekuatan gempa, yang dangkal dan karenanya berpotensi lebih merusak.

"Bangunan-bangunan tidak hanya bergerak, tapi bergoyang," kata Gadi Sorilla, seorang dokter di sebuah rumah sakit di Tulunan, sebuah kota sekitar 25 kilometer (15 mil) dari pusat gempa mengatakan kepada AFP.

"Saya memohon bantuan Tuhan," imbuhnya, seraya menambahkan rumah sakit dengan cepat menerima sekitar 10 pasien, beberapa dengan cedera kepala.

Wali Kota Tulunan, Reuel Limbungan, mengatakan balai kota setempat telah rusak parah dan pihak berwenang telah menerima banyak laporan korban cedera. Tim penyelamat telah mulai menyebar untuk menilai kerusakan di wilayah itu.

US Geological Survey mengatakan, gempa awal berkekuatan 6,6 diikuti oleh sejumlah gempa kecil, termasuk yang bermagnitudo 5,8.

Getaran yang terus-menerus menyebabkan kegelisahan di tengah masyarakat. Orang-orang menolak untuk masuk kembali ke dalam gedung karena takut terperangkap dalam reruntuhan.

Wilayah tersebut awal bulan ini sudah diguncang gempa. Ratusan orang sampai sekarang masih terlantar akibat gempa yang menewaskan sedikitnya lima orang. (AFP/Hym/A-5)

BERITA TERKAIT