29 October 2019, 16:44 WIB

Presiden Jokowi: Target Pembangunan Huntap Dimulai Awal 2020


Mitha Meinansi | Nusantara

Antara
 Antara
Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Kota Palu, Selasa (29/10).

PRESIDEN RI Joko Widodo mengakui adanya keterlambatan pembangunan hunian tetap (huntap), yang diperuntukkan kepada korban bencana gempa, tsunami dan likuefaksi di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Hal itu diakibatkan lambatnya progres relokasi huntap. Pemicunya adalah belum beresnya masalah pembebasan lahan, sehingga pembangunannya hingga saat ini masih terkendala. Target pembangunan huntap dimuali awal 2020.

"Tadi saya dapat laporan Bapak Gubernur, Bapak Walikota, dan Bapak Bupati, Alhamdulillah pembebasan lahan sudah rampung. Sekarang yang sedang dilakukan adalah proses lelang. Di sini selesai dan di Sigi juga akan diselesaikan, barulah masuk ke tahapan konstruksi," kata Jokowi saat melakukan kunjungan kerja ke Kota Palu, Selasa (29/10).

Presiden menyempatkan diri meninjau lokasi pembangunan huntap di Kelurahan Duyu, Kota Palu. Kedatangan Presiden Jokowi di Palu merupakan kunjungan perdana dalam periode kedua pemerintahannya. Ia didampingi didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri
Sosial Juliari S Batubara, dan Kepala BNPB Doni Monardo.

Kedatangan Presiden Jokowi disambut Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola, Walikota Palu, Hidayat dan Bupati Sigi Mohammad Irwan. Mereka melihat lokasi pembangunan hunian tetap seluas 15,1 hektare itu. Di lokasi tersebut akan dibangun 230 rumah hunian tetap bagi korban gempa, tsunami dan likuefaksi di Palu. Pembangunan huntap itu akan dilaksanakan oleh Kementerian PUPR melalui Loan Bank Dunia.

Pemerintah menyiapkan 11.094 unit hunian tetap bagi korban bencana di Palu, Sigi dan Donggala. Hunian tetap tersebut masing-masing berada di Kelurahan Tondo, Kota Palu  seluas 102 hektar untuk 4.866 unit. Kawasan Duyu Kota Palu seluas 15,10 hektar, yang mampu menampung 230 unit. Kawasan Pombewe, Kabupaten Sigi seluas 104 hektar, yang mampu menampung 1.500 unit, serta kebutuhan lahan untuk huntap Satelit seluas 89,23 hektar untuk 4.498 unit.

baca juga: Presiden Jokowi Apresiasi Perumahan untuk Korban Bencana

"Target semuanya akan dimulai di awal tahun. Nanti akan berjalan secara paralel di Januari 2020. Kita harapkan dipertengahan sampai akhir tahun bisa diselesaikan semuanya," ujar Jokowi.

Usai meninjau  lokasi pembangunan huntap di Kelurahan Duyu, Presiden Jokowi bersama rombongan langsung menuju ke lokasi huntap di Kelurahan Tondo. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT