29 October 2019, 16:25 WIB

Pemindahan Ibu Kota Diyakini Mampu Maksimalkan Bonus Demografi


Atalya Puspa | Ekonomi

MI/ BARY FATHAHILAH
 MI/ BARY FATHAHILAH
Sekretaris Utama BKKBN Nofrijal

PEMERINTAH sedang merancang skenario pemindahan ibu kota negara (IKN) dari berbagai aspek. Dalam hal ini, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) akan mengambil peran strategis untuk menangani kependudukan di IKN.

Sekretaris Utama BKKBN Nofrijal mengatakan pemindahan IKN ke Kalimantan Timur dapat menjadi salah satu solusi mengatasi persoalan kependudukan.

Satu hal yang penting, dirinya optimistis bonus demografi dapat dimaksimalkan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

"Selama ini bonus demografi banyak dipengaruhi oleh kelahiran dan migrasi angkatan kerja. Dengan pemindahan pusat pemerintahan kesana dipastikan akan ada migrasi angkatan kerja ke daerah tersebut," kata Nofrijal di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (29/10).

Dengan demikian, tumbuh potensi ekonomi baru di luar Jawa sehingga akan mengurangi ketimpangan sosial yang selama ini menjadi masalah klasik di Indonesia.

Baca juga: Ada 762 Peserta Ikuti Sayembara Desain Ibu Kota Negara Baru

Seperti diketahui, Pulau Jawa memiliki jumlah penduduk tertinggi sebesar 56,56% dari total jumlah penduduk Indonesia. Sementara, daerah-daerah lain memiliki jumlah penduduk sangat rendah sebesar kurang dari 10% kecuali Pulau Sumatra.

Sementara DKI Jakarta juga memiliki beban yang tinggi sebagai pusat sejumlah aktivitas perekonomian disertai kadar pencemaran udara serta padatnya penduduk dan rawannya bencana di pulau Jawa.

Sejalan dengan pengendalian kuantitas penduduk, pihaknya juga akan berfokus pada pembangunan kualitas penduduk di Kalimantan Timur.

"Kualitas ini akan kita bahas bersama pakar mulai dari perencanaan pendidikan dasar sampai pada penataaan fasilitasi terhadap penduduk usia lanjut. Karena kita ingin ibu kota ini harmonis, ingin hidup mereka sejahtera dengan tingkat kebahagiaan cukup," tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata mengungkapkan upaya pemetaan penduduk dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya wilayah Kalimantan Timur.

"Diperkirakan 870 ribu ASN akan pindah ke Kalimantan Timur. Hal itu tentu akan menstimulasi pasar barang dan jasa serta industri rumah tangga sekitar. Hal itu tentu akan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi Indonesia," ucapnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT