29 October 2019, 15:58 WIB

Menteri LHK Ajak Siswa Global Mandiri Tanam 25 Pohon


Indriyani Astuti | Humaniora

Dok.Humas KLHK
 Dok.Humas KLHK
Menteri LHK Siti Nurbaya membagikan pohon kepada siswa-siswi Sekolah Global Mandiri

MENTERI Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Siti Nurbaya mengajak anak-anak sekolah untuk mencintai lingkungan dengan menanam minimal 25 pohon seumur hidup.

Hal itu disampaikan di depan 259 siswa saat menjadi tamu pembicara dalam sesi untuk sharing profesi dan motivasi di Sekolah Global Mandiri, Kota Legenda Cibubur, Jakarta, Selasa (29/10).

Menteri Siti mengajak anak-anak untuk mengenal dan menjaga alam. Kementerian LHK juga membagikan 300 pohon. Ia mengimbau pada mereka agar menanam pohon sebanyak lima pohon saat sekolah dasar (SD), lima pohon saat sekolah menengah pertama (SMP), lima pohon pada Sekolah Menengah Atas, lima pohon pada saat kuliah dan lima pohon saat dewasa.

"Seumur hidup kita pelihara cinta kita melalui pohon. Dua puluh lima pohon setiap orang seumur hidup," ucapnya.

Jenis pepohonan yang diberikan yakni buah-buahan antara lain mangga manalagi, rambutan, jambu jamaika, belimbing, jambu air, kelengkeng kristal, nangka mini. Ia menjelaskan pohon juga berkontribusi untuk menekan laju pemanasan global yang diakibatkan oleh perubahan iklim.

Baca juga: Siti Nurbaya Disebut Mirip, Ajak Ari Lasso Tanam Pohon

Indonesia, terang Menteri Siti, mempunyai hutan seluas 126 juta ha yang harus dijaga. Negara-negara di dunia juga meminta kepada Indonesia untuk menjaga alam karena ada perubahan iklim dan pemanasan global mengingat hutan Indonesia salah satu yang terluas di dunia.

Selain itu, Menteri LHK juga menyinggung masalah sampah. Ia mengapreasiasi anak-anak sudah membawa botol minum atau tumbler sebagai upaya mengurangi sampah plastik.

"Kalau dibiarkan, botol plastik tidak terurai dalam waktu ratusan tahun. Membawa tumbler mengurangi pemakaian botol plastik sekali pakai," imbuh perempuan yang mengenyam pendidikan di Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Twente, Belanda itu.

KLHK juga membagikan sedotan ulang pakai dan botol minum pada anak-anak yang hadir. Itu bertujuan untuk mengedukasi mereka agar mengurangi sampah sejak dini. Ia pun membagikan pengalaman dan tugasnya sebagai menteri.

Kementerian LHK, ucapnya, bertugas menjamin lingkungan yang baik dan sehat untuk rakyat Indonesia. Selain itu juga bertanggung jawab atas hutan dan taman nasional termasuk biodiversiti yang ada di dalamnya. Anak-anak, nantinya akan diajak berkunjung ke taman nasional dan menanam mangrove.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Sekolah Global Mandiri Anna Budiatmi menuturkan sesi sharing profesi dan motivasi kepada anak-anak diharapkan bisa menginspirasi mereka agar mempunyai cita-cita yang tinggi dan berjuang menggapainya apalagi yang dihadirkan sosok Menteri LHK.

Kampanye menjaga lingkungan hidup sejak dini juga diserukan. Pihak sekolah, kata Anna, sudah mulai menerapkan penggunaan botol minum ulang pakai. Mengenai pendidikan lingkungan hidup, Anna menyampaikan selain materinya sudah terintegrasi dengan mata pelajaran seperti sains dan pendidikan pancasila serta kewargenaraan, anak-anak juga diajak menanam pohon di sekitar sekolah.

"Saat ini adanya kebun sayur. Pohon yang diberikan Menteri LHK sebagian akan dibagikan pada siswa dan sebagian ditanam di kebun sekolah agar anak-anak merasakan pohon yang mereka tanam dan bisa dinikmati. Kalau sayur kan jangkanya pendek," tukasnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT