29 October 2019, 14:22 WIB

Pendaki Nepal Catat Rekor Taklukkan 14 Puncak Tertinggi Dunia


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

FOTO/Nirmal Purja/Facebook
 FOTO/Nirmal Purja/Facebook
Seorang pendaki gunung Nepal, Nirmal Purja, memecahkan rekor dengan berhasil menaklukkan 14 puncak gunung tertinggi di dunia. 

SEORANG pendaki gunung Nepal, Nirmal Purja, memecahkan rekor dengan berhasil menaklukkan 14 puncak gunung tertinggi di dunia, Selasa (29/10). Purja enaklukkan semua puncak gunung berketinggian 8.000 meter hanya dalam tujuh bulan.

Purja menyelesaikan pendakian 14 gunung, seluruhnya lebih dari 8.000 meter (26.250 kaki) dalam tujuh bulan. laporan tersebut dilaporkan The Kathmandhu Post. Rekor sebelum bertahan selama hampir delapan bulan. .

"MISI DICAPAI!. ujar @nimsdai dari puncak #Shishapangma," kata unggahan di Facebook Purja, merujuk pada puncak terakhir di Tiongkok.

Pendaki Polandia, Jerzy Kukuczka, menyelesaikan prestasi yang sama setelah tujuh tahun, 11 bulan, dan 14 hari pada 1987, setelah legendaris Italia, Reinhold Messner, menjadi yang pertama menaklukkan 14 puncak tahun sebelumnya.

Pendaki Korea Selatan, Kim Chang-ho, menyelesaikan tantangan satu bulan lebih lambat dari Kukuczka--meskipun tidak seperti Kukuczka, yang meninggal dalam kecelakaan pendakian pada 1989, ia tidak pernah menggunakan oksigen tambahan.

Purja yang berusia 36 tahun, mantan anggota Gurkha dari unit Nepal yang direkrut menjadi tentara Inggris serta elite Special Boat Service, memulai "Project Possible” yang ambisius pada April.

Pada bagian pertama dari upaya rekornya, Purja mendaki Pegunungan Annapurna, Dhaulagiri, Kanchenjunga, Everest, Lhotse, dan Makalu, di antara yang tertinggi dari gunung 8.000 meter, hanya dalam satu bulan.

Sebulan kemudian, ia menuju ke Pakistan untuk bagian kedua. Ia untuk pertama kali menaklukkan Nanga Parbat yang terkenal setinggi 8.125 meter.

Berjuang menghadapi masalah kurang tidur untuk memenuhi targetnya, Purja mengatakan dia hampir berlari naik turun lima puncak tertinggi Pakistan termasuk Gasherbrum I, Gasherbrum II, dan K2, yang tertinggi kedua di dunia.

Dua puluh tiga hari kemudian dia berdiri di puncak Broad Peak, gunung kelima dan terakhir dari fase kedua.

Purja memulai perjuangan terakhir dari misinya pada September, mencapai puncak Cho Oyu dan Manaslu dalam waktu seminggu.

Ketika dia pertama kali memberi tahu orang lain tentang pencarian barunya, orang-orang menyangsikannya. “Semua orang menertawakanku dan berkata bagaimana itu mungkin terjadi?" kata Purja kepada AFP.

"Ini tentang memercayai kemampuanmu," imbuhnya ketika dia tengah bersantai di Kathmandu menunggu untuk naik ke puncak terakhir. "Anda perlu selalu memiliki pola pikir positif."

Dia juga mengatakan dia ingin menggunakan prestasinya untuk menginspirasi generasi pendaki Nepal berikutnya untuk memecahkan rekornya.

Sherpa--orang Nepal yang sering bekerja sebagai pemandu bagi pendaki gunung asing--adalah tulang punggung industri pendakian yang menguntungkan di negara itu, tetapi tidak menarik perhatian atau penghargaan sebanyak rekan internasional mereka.

"Nepal adalah rumah bagi puncak tertinggi di dunia. Ada banyak pendaki yang lebih baik di luar sana yang (belum) mendapatkan kesempatan itu," tandasnya. (AFP/Hym/OL-09)

BERITA TERKAIT