29 October 2019, 09:59 WIB

Pinera Lakukan Reshuffle, Bentrokan Tetap Terjadi di Cile


Melalusa Susthira K | Internasional

AFP/CLAUDIO REYES
 AFP/CLAUDIO REYES
Demonstran terlibat bentrok dengan polisi di dekat Istana Presiden Cile

BEBERAPA jam setelah Presiden Cile Sebastian Pinera mengumumkan perombakan kabinet untuk mengakhiri demonstrasi yang telah berlangsung lebih dari sepekan, para demonstran justru kembali terlibat bentrok dengan pasukan keamanan, Senin (28/10).

"Cile telah berubah dan pemerintah juga harus berubah untuk menghadapi tantangan-tantangan baru di masa-masa baru ini," tutur Pinera.

Para demonstran menuntut pengunduran diri Pinera sebagai presiden. Kemarahan tersebut dipicu atas upah dan pensiun yang rendah, pelayanan kesehatan dan biaya pendidikan yang mahal, serta kesenjangan yang semakin lebar antara yang kaya dan miskin.

Bentrokan antara pengunjuk rasa dan polisi kemudian terjadi di ibu kota Santiago, tidak jauh dari istana presiden. Beberapa demonstran kemudian menyulut kekerasan. Pekerja tambang tembaga terbesar di dunia, Escondida, pun akan melakukan pemogokan selama 24 jam sebagai dukungan aksi protes pada Selasa (29/10).

Baca juga: Presiden Cile Rombak Sepertiga Kabinet

Sebelumnya, saat berbicara di istana kepresidenan, Pinera mengatakan perombakan kabinetnya merupakan langkah awal yang penting.

"Langkah-langkah ini tidak akan menyelesaikan semua masalah, namun ini adalah langkah pertama yang penting. Mereka mencerminkan kehendak tegas pemerintah kita dan komitmen kuat kita masing-masing dalam mendukung Cile yang lebih adil dan merata secara sosial," terang Pinera, Senin (28/10).

Pinera merombak sepertiga kabinetnya, di antaranya Menteri Dalam Negeri Andres Chadwick, Menteri Keuangan Felipe Larrain, juga Menteri Ekonomi Andres Fontaine yang mendapat kecaman publik, beberapa waktu lalu.

Sementara itu Gubernur Santiago Karla Rubilar yang dipuji atas reaksi simpatiknya kepada para demonstran diangkat menjadi Menteri Sekretariat Negara Cile.

Demonstrasi yang awalnya memprotes kenaikan tarif metro kemudian memicu kerusuhan sipil terburuk di Cile dalam beberapa dasawarsa terakhir sejak era kepemimpinan diktator Augusto Pinochet pada 1973 hingga 1990.

Media lokal menyebut setidaknya 20 orang telah tewas dalam demonstrasi memprotes ketidaksetaraan sosial dan ekonomi yang meletus sejak Jumat (18/10). (AFP/OL-2)

BERITA TERKAIT