29 October 2019, 07:38 WIB

Presiden Berharap Wamena Lekas Normal


Mal/Ant/X-11 | Politik dan Hukum

AFP/BIRO PERS SETPRES
 AFP/BIRO PERS SETPRES
Presiden Joko Widodo melihat rehabilitasi pasar yang rusak di Wamena, Jayawijaya, Papua, kemarin.

PRESIDEN Joko Widodo ­berharap situasi di ­Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, bisa kembali normal pascakerusuhan 23 September 2019.

Hal itu disampaikan ­Presiden saat bertemu dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat Papua di Wamena, kemarin. Presiden didampingi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Pekerjaan Umum dan ­Perumahan Rakyat (PU-Pera) Basuki ­Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, ­Wakil ­Menteri PU-Pera Wempi Wetipo, Plt Kapolri Komjen Ari Dono, dan Gubernur Papua Lukas Enembe.

“Kita semua ingin agar Wamena kembali normal, baik fisik maupun psikologis politiknya,” kata Presiden Jokowi dalam keterangan resminya.

Presiden langsung ber­gerak memerintahkan Menteri PU-Pera untuk segera memperbaiki kerusakan-kerusakan yang bersifat fisik.

Presiden juga meninjau Pasar Wouma yang menjadi salah satu titik kerusuhan dan memberi target rehabilitasi selesai dalam dua minggu.
Presiden juga mengimbau masyarakat untuk belajar dari pengalaman dan memegang komitmen untuk bersatu membangun Papua.

Plt Kapolri Komjen Ari Dono menegaskan pihak TNI-Polri memberikan jaminan keamanan di wilayah Wamena, Papua, dan sekitarnya.

Dalam kunjungan ini, Presiden Jokowi juga meresmikan Jembatan Youtefa yang terletak di Kota Jayapura.

Jembatan tersebut hadir sebagai solusi untuk mengatasi kepadatan penduduk di ­Jayapura sehingga kawasan kota itu dapat dikembangkan ke arah perbatasan di Skouw.

Keberadaan jembatan itu juga diharap dapat membangkitkan potensi wisata bahari.

Rombongan Presiden ­ke­mudian melanjutkan kunjungan kerja ke Provinsi ­Maluku. (Mal/Ant/X-11)

BERITA TERKAIT