29 October 2019, 07:40 WIB

Idham akan Perkuat Sinergi TNI-Polri


Mathias Brahmana | Politik dan Hukum

MI/ROMMY PUJIANTO
 MI/ROMMY PUJIANTO
Kabareskrim Polri Komjen Idham Azis.

KABARESKRIM Polri Komjen Idham Azis sebagai calon tunggal Kapolri tetap akan memperkuat sinergi antara TNI dan Polri sebagaimana yang dilakukan Jenderal Tito Karnavian semasa menjabat Kapolri.

Mantan Kapolda Metro tersebut selama ini dikenal low profile dan dekat dengan kalangan TNI.

“Saya kira pemilihan Pak Idham sebagai Kapolri akan membuat sinergi TNI-Polri semakin kuat. ­Apalagi saya dan beliau pernah ­bekerja bersama dalam pengamanan wilayah Jakarta,” ujar Kepala Staf Umum TNI Letjen Joni Suprianto.

Saat itu, Joni dan Idham menjabat sebagai Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Jaya.

Mereka bahu-membahu mengamankan wilayah Ibu Kota dan sekitarnya. Terbukti kerja sama tersebut membuahkan hasil yang baik, yakni keamanan wilayah Jakarta cukup kondusif.

Joni menguraikan momen paling berkesan ketika dirinya dan Idham Azis bersinergi untuk mengaman-kan agenda internasional Asian Games dan Asian Para Games.

“Kami menunjukkan TNI-Polri begitu kompak dalam pengamanan Jakarta ketika Indonesia sedang dikunjungi atlet-atlet terbaik Asia. Dunia internasional menyaksikan Indonesia aman,” katanya.

Sebagai mitra kerja, ia pasti akan mendukung Kapolri.

“TNI pasti akan mendukung penuh Pak Idham dalam mengamankan negara,” papar mantan Wakil Kepala Bais ini.

Joni mengaku mengenal betul sosok Idham Azis karena ­sering berdiskusi dalam beberapa ­pekerjaan.

“Pak Idham sosok pejabat yang tidak gila publikasi. Dia bukan orang yang suka cari panggung dan mau ngetop sendiri. Dia sadar bahwa pekerjaan menjaga Ibu Kota adalah pekerjaan yang harus dikerjakan banyak orang dan harus diselesaikan secara bersama,” imbuhnya.

 

Mirip Tito

Pengamat kepolisian dari ­Institute for Security and Strategic Studies (ISEES) Bambang Rukminto menilai Idham Aziz memiliki kapasitas dan kompetensi untuk memimpin Polri sebab memiliki gaya memimpin seperti mantan Kapolri Jenderal (Purn) Tito Karnavian.

Apalagi Idham Aziz memiliki latar belakang kesatuan yang sama di kepolisian dengan Tito Karnavian.

“Bahwa background-nya dari ­satuan-satuan tugas itu juga memengaruhi terhadap gaya dalam memimpin. Idham Aziz dari Bareskrim dan kebetulan juga pernah di Densus, ini mengikuti jejak dari Tito. Saya rasa dengan background yang seperti itu, kebijakan-kebijakannya juga tidak akan pernah lepas dengan style yang sama dengan Pak Tito,” kata Bambang.

Menurut Bambang, penunjukan Idham Aziz sebagai calon tunggal Kapolri tidak terlepas dari Tito Karnavian.

Tito yang saat ini menjabat sebagai Mendagri ingin memastikan kebijakannya dapat diteruskan.

“Pak Tito ingin memastikan bahwa kebjikan-kebijakannya akan diteruskan oleh pengganti yang sesuai dengan gaya Tito,” terangnya.

Selain itu, pemilihan calon Kapolri juga berdasarkan hasil seleksi yang dilakukan oleh dewan jabatan dan kepangkatan tinggi.

“Pertanyaannya ialah, jika Wanjakti sudah dilakukan, kenapa hanya muncul satu nama? Bahwa kemudian hanya muncul satu nama, mungkin itu keputusan dari tubuh Polri,” jelasnya. (Ant/P-1)

BERITA TERKAIT