29 October 2019, 00:23 WIB

Kejurprov Bulutangkis Sulteng untuk Menjaring Atlet Muda Berbakat


M. Taufan SP Bustan | Olahraga

MI/M. Taufan SP Bustan
 MI/M. Taufan SP Bustan
Penyelenggaraan Kejurprov Bulu Tangkis Sulteng

PENGURUS Provinsi (Pengprov) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Sulawesi Tengah, menggelar Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Bulutangkis Perorangan, Senin (28/10). Kejuaraan ini sebagai anak tangga bagi atlet muda meraih pengalaman dan prestasi di masa akan datang.

Ketua Umum Pengprov PBSI Sulteng, Kamil Badrun mengatakan, meski di tengah kondisi yang terbatas pascabencana alam yang melanda Palu, Sigi, Donggala, dan Parigi Moutong, tidak membuat pengurus di masing-masing daerah itu patah semangat untuk bangkit.

Nyatanya, dengan segala keterbatasan fasilitas dan keterbatasan anggaran tidaklah membuat pengurus diam serta tidak berjuang untuk menggelar kejuaraan ini.

“Yakin lah banyak atlet yang akan lahir dari keterbatasan seperti ini. Saya yakin, sepanjang ada ketulusan dan keikhlasan melalui kejuaraan ini akan lahir atlet-atlet berprestasi itu,” terangnya seusai membuka Kejurprov Bulutangkis Perorangan di Palu.

Menurut Kamil, dalam catatan Pengprov PBSI banyak atlet berpotensi yang dimiliki Sulteng, akhirnya berkarir di tempat lain dan menorehkan banyak prestasi.

Baca juga ; Empat Kali Gagal, Chelsea Tetap Mengejar Impian

Oleh karena itu, Pengprov PBSI meminta kapada seluruh Pengururs Kabupaten (Pengkab) dan Pengurus Kota (Pengkot) ketika melihat atlet-atlet muda memiliki dasar, tolong untuk dibina dengan baik.

“insya Allah lima sampai 10 tahun, atlet-atlet itu bisa membawa nama baik Palu ke kancah nasional dan internasional. Namun, semua itu tergantung keseriusan kita,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum (Sekum) Pengprov PBSI Sulteng,  Muhlis Lamboka mengungkapkan, peserta dalam Kejurprov kali ini, berasal dari sejumlah perwakilan Pengkab/Pengkot PBSI se Sulteng.  

Dan yang menarik, lanjutnya, untuk pertamakalinya, pendaftaran Kejurprov dilakukan secara online.

“Para peserta lewat Pengkab/Pengkot masing-masing mendaftar secara online atau lewat sistem informasi PBSI, yang juga diketahui oleh Pengurus Pusat PBSI,” sebut Muhlis.

Kejuaraan ini akan digelar selama empat hari hingga 1 November mendatang di GOR Gelora Sejahtera Palupi, Jalan Tavanjuka Permai, Kecamatan Tatanga.

Ada sekitar empat kelompok usia yang dipertandingkan. Masing-masing, pemula putra/putri (di bawah 15 tahun), remaja putra/putri (di bawah 17 tahun), taruna putra/putri (di bawah 19 tahun) dan dewasa putra/putrid (usia bebas).

“Total sudah ada 9 Pengkab/Pengkot yang mendaftar dan akan ikut serta dalam Kejurprov kali ini,” terang Muhlis.

Lebih jauh disampaikan Muhlis, pendaftaran online ini memang baru pertama digunakan dalam Kejurprov Bulutangkis Sulteng dan sudah menjadi aturan khusus PP PBSI melalui website si.pbsi.or.id.

Atlet yang bisa mendaftar pun, harus yang telah terdaftar di Sistem Informasi PBSI dan berada di naungan klub. Dan yang tidak terdaftar di Sistem Informasi PBSI, dipastikan tidak bisa mengikuti Kejurprov.

“Sampai batas waktu pendaftaran 24 Oktober lalu, sudah tercatat 112 atlet yang ikut serta. Masing-masing dari PBSI Parimo, Poso, Morowali, Balut, Banggai, Tolitoli, Buol, Sigi dan Palu,” jelasnya.

Sedangkan empat Pengkab yang tidak ikut serta dalam Kejurprov tahun ini, adalah PBSI Donggala, PBSI Bangkep, PBSI Morowali Utara, dan PBSI Touna.

Baca juga : Komunikasi Jadi Kunci Kemenangan Praveen/Melati

Adapun hasil Kejurprov nantinya akan dipersiapkan untuk mengikuti Kejurnas Bulutangkis Perorangan tahun ini di Jakarta.

“Alhamdulillah, lewat sistem pendaftaran online ini, sudah mulai kelihatan hasil Bimtek Implementasi Sistem Informasi PBSI dua tahun terakhir. Hal ini bisa dilihat dari jumlah pendaftar yang mencapai 112 orang,  mudah-mudahan Kejurprov 2020 pesertanya lebih banyak lagi,” kata Muhlis.

Diketahui, kedepan tidak hanya pada Kejurprov saja, namun kejuaraan di tingkat kabupaten/kota juga menerapkan sistem pendaftaran secara online.

Selain itu, dengan adanya sistem ini, diharapkan dapat membantu fungsi kerja tim keabsahan karena pendaftaran dapat dilakukan secara online, dan meminimalisir atlet melakukan pencurian umur.

“Di samping itu, semua informasi terkait kejuaraan di seluruh Indonesia bisa dilihat dalam sistem ini, mulai dari tanggal, tempat hingga wasit yang memimpin jalannya pertandingan bisa diketahui. Setiap klub pun bisa langsung mendaftarkan pemainnya, termasuk melakukan pembayaran secara online,” tandas Muhlis. (OL-7)

BERITA TERKAIT