29 October 2019, 01:25 WIB

Prilly Latuconsina : Jadi Juri Termuda di PMF


Atikah Ismah Wahyu | Hiburan

DOK INSTAGRAM
 DOK INSTAGRAM
Aktris Prilly Latuconsina

AKTRIS Prilly Latuconsina, 23, ditunjuk mengisi kursi juri dalam Police Movie Festival (PMF) 2019. Pergelaran tahun keenam ini jadi momen perdana Prilly menjuri kompetisi film di PMF.

"Aku banyak konsul ke Pak Monty, kebetulan aku dekat. Pak Monty yakin aku bisa jadi juri PMF 2019." terang Prilly di Jakarta Selatan, Sabtu (26/10). Prilly yang lahir pada 15 Oktober 1996 menjadi juri termuda di antara yang lain, yakni sutradara Monty Tiwa, aktor Rio Dewanto, animator Wahyu Aditya, dan aktor Chicco Jericho.

"Aku jadi juri bukannya semena-mena aku menilai. Ini jadi bahan pembelajaran, nonton berpuluh-puluh film dan ngebut, aku kaya lihat ini penyutradaraan yang bagus. Ini sinematografi yang bagus," kata Prilly yang mulai dikenal lewat sinetron Ganteng-Ganteng Serigala itu.

Prilly cukup selektif dalam menjuri film. Menurutnya, menilai bagian penyutradaraan paling sukar karena harus menyamakan selera dengan juri yang lain. "Yang membuat paling sulit itu menentukan directed karena film itu selera ya. Yang menurut aku bagus, belum tentu menurut yang lain bagus, belum tentu menurut juri yang lain bagus," terang pemeran karakter Risa, gadis indigo dalam film Danur itu.

Prilly mengaku cukup kelabakan membagi waktu menyaksikan puluhan film untuk menentukan yang terbaik. Apalagi, ia tengah menjalani kuliah semester lima dan dalam proses syuting.

"Ada 40-an film yang harus aku tonton. Jadi, aku sempet-sempetin, terus harus konsenterasi juga di lokasi syuting karena berisik dan harus kasih nilai. Terus harus tek-tokkan sama Pak Monty," ujarnya.

Police Movie Festival melombakan dua kategori, yaitu film pendek dan animasi. Sebanyak 346 peserta mendaftar untuk film pendek dan 46 peserta di film animasi. Sebanyak 10 karya terbaik dari hasil penjurian PMF akan diumumkan pada 7 November 2019 di Ballroom XXI Sarinah, Jakarta Pusat.
 
Tidak ragu
Di tengah kesibukannya, Prilly juga  memperhatikan pelantikan menteri pada 23 Oktober lalu. Dalam jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju ada dua nama menteri muda, Wishnutama dan Nadiem Makarim. Wishnutama memegang peran Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf), Nadiem Makarim, bos Gojek, ditunjuk menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Sebagai bagian dari generasi milenial, ia turut menyambut dengan antusias. "Aku tidak pernah ragu sama menteri muda karena menurut aku anak muda itu punya wawasan yang luas dan punya pemikiran yang berbeda, perspektif yang berbeda," kata pelantun lagu Katakan Cinta ini.

Berkaca dari negara tetangga, ia berharap, terpilihnya menteri muda dapat menyalurkan perspektif baru di jajaran pemerintahan Indonesia.

"Di Malaysia saja menteri termudanya umur 23 tahun seumuran aku dan tetap dipercaya jadi menteri. Jadi, bukan berarti menterinya muda kita enggak percaya. Justru anak muda bisa membuka pikiran lebih luas lagi. Bisa melihat segala perspektif, segala macam itu dari perspektif yang mungkin tidak dilihat sebelumnya," terangnya.

Meski tampak ikut hanyut dalam euforia politik Indonesia, Prilly belum tertarik untuk terjun ke dunia politik. "Aku enggak tahu, takutnya bilang enggak, tiba-tiba politik lagi. Belum tertarik, masih terlalu muda. I don't feel that I'm capable enough untuk melakukan itu," pungkasnya. (Medcom.id/H-3)
 


 

BERITA TERKAIT