28 October 2019, 16:01 WIB

Korsel Usulkan Pembicaraan dengan Korut soal Resor Kumgang


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

KCNA/AFP
 KCNA/AFP
Pemimpin Korut Kim Jong-un sedang menginpeksi kawasan pariwisata Gunung Kumgang, Korut. 

KOREA Selatan (Korsel) mengusulkan pembicaraan dengan Korea Utara (Korut) tentang bagaimana menangani Resor Gunung Kumgang Pyongyang, yang pernah menjadi contoh langkah kerja sama antardua Korea, Kementerian Unifikasi Korsel mengatakan hal tersebut, Senin (28/10)

Pemimpin Korut, Kim Jong-un, mengatakan pekan lalu dirinya ingin fasilitas kumuh dan 'kapitalis' itu dihilangkan dan dibangun kembali.

Kementerian Unifikasi, yang mengawasi urusan antar-Korea, mengatakan pihak mereka meminta Korea Utara untuk mengadakan pertemuan tingkat kerja untuk membahas masalah ini.

Pyongyang menyarankan pekan lalu masalah itu ditangani melalui pertukaran dokumen.

"Posisi kami yang konsisten adalah semua masalah hubungan antar-Korea harus diselesaikan melalui dialog dan diskusi," kata juru bicara kementerian Lee Sang-min dalam sebuah pengarahan.

"Perlu ada konsultasi yang memadai untuk menyelesaikan masalah ini sejak langkah sepihak mengenai hak milik perusahaan kami bertentangan dengan sentimen publik dan dapat merusak hubungan antar-Korea," terangnya.

Proposal itu tidak menentukan tanggal atau tempat untuk pembicaraan, kata Lee. Tawaran dikirim ke dua lembaga negara, masing-masing menangani masalah lintas batas dan pariwisata, melalui kantor penghubung di kota perbatasan Korut, Kaesong.

Setiap penarikan fasilitas Korea Selatan dari resor wisata akan menjadi pukulan baru bagi upaya Presiden Moon Jae-in untuk mempromosikan perdamaian di antara musuh lama, termasuk upaya untuk memulai proyek bisnis yang macet.

Gunung Kumgang, yang terletak di pantai timur Korut, tepat di luar perbatasan yang dijaga ketat yang memisahkan kedua Korea, adalah salah satu dari dua prakarsa ekonomi utama antar-Korea, bersama dengan taman industri Kaesong.

Lee mengatakan pemerintah tidak dapat memprediksi apakah Korea Utara akan menanggapi tawarannya.

Sebuah koalisi dari sekitar 200 kelompok sipil yang bekerja untuk perdamaian antar-Korea, yang lebih dikenal sebagai Minhwahyup, mengeluarkan pernyataan pada Senin yang menyerukan agar program Kumgang dan Kaesong dimulai kembali. (Starits Times/Hym/OL-09)

BERITA TERKAIT