28 October 2019, 14:13 WIB

Pulau-Pulau Terluar Kini Terang Benderang


Rendy Ferdiansyah | Nusantara

MI/Rendy Ferdiansyah
 MI/Rendy Ferdiansyah
Para petugas PLN menyambungkan listrik di pulau-pulau terluar di wilayah Bangka Belitung. 

DALAM kurun waktu tiga tahun Perusahaan Listrik Negara (PLN) wilayah Provinsi Bangka Belitung (Babel) sudah mengaliri listrik ke-12 pulau terluar yang ada di provinsi kepulauan tersebut. General Manager PLN Unit Induk Wilayah Bangka Belitung, Abdul Mukhlis mengungkapkan bahwa upaya PLN melistriki pulau-pulau terpencil ini sebagai bentuk energi berkeadilan.

"Upaya PLN melistriki pulau-pulau terpencil ini adalah bentuk nyata dari penugasan pemerintah atas program subsidi tepat sasaran beberapa tahun lalu. Sehingga listrik dapat dinikmati secara merata oleh seluruh rakyat Indonesia," jelas Abdul Mukhlis, Senin (28/10).

Tercatat pada 2017 sebanyak delapan pulau yaitu Pulau Pongok, Pulau Celagen, Pulau Nangka, Pulau Seliu, Pulau Gresik, Pulau Bukulimau, Pulau Sumedang, dan Pulau Selat Nasik sudah teraliri listrik.

"Pada 2018 ada tiga pulau yang mendapat pasokan listrik dari PLN, yaitu Pulau Kalapan, Pulau Tanjung Tinggi, dan Pulau Panjang," tambahnya.

Lebih dari itu, tahun ini tepat pada peringatan 74 tahun hari listrik nasional. PLN juga melistriki Pulau Kuil. Sebuah pulau yang terletak di Kabupaten Belitung dengan penduduk sejumlah 159 kepala keluarga.

"Pulau ini disuplai dengan menggunakan mesin pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) kapasitas 100 kilo watt (kW). Pulau yang sebagian besar penduduknya bekerja sebagai nelayan ini belum menikmati listrik dari sejak tahun 1950," ungkap dia.

Menurutnya, jika melihat pada aspek pembiayaan, melistriki pulau diperlukan investasi yang besar dengan tingkat pengembalian nilai investasi yang relatif lama. PLN harus menggelontorkan biaya investasi mencapai Rp35,9 miliar untuk membangun seluruh pulau tersebut.

"Biaya itu belum menghitung investasi pembangunan jaringan listrik dan biaya operasional seperti bahan bakar minyak (BBM), pelumas, pemeliharaan, kepegawaian dan sebagainya," terangnya.

baca juga: Penumpang Pesawat Ditangkap Bawa 1.800 Butir Esktasi

Ia mengatakan, besarnya biaya pokok penyediaan listrik (BPP) yang diperlukan untuk meyalakan listrik di dearah kepulauan rata-rata sebesar Rp4.200,-/kWh. Sedangkan harga jual rata-rata hanya sebesar Rp 1.457,-/kWh.

"Jika melihat pada aspek ini, secara bisnis memang tidak menguntungkan. Namun hal ini kami lakukan sebagai bentuk dukungan kami bahwa listrik sebagai lokomotif kegiatan perekonomian, pendidikan, kesehatan, dan teknologi," tutupnya.(OL-3)

BERITA TERKAIT