28 October 2019, 13:02 WIB

Perang Dagang Buat Harga Batu Bara Terus Melemah


Andhika Prasetyo | Ekonomi

MI/Andhika Prasetyo
 MI/Andhika Prasetyo
Direktur Utama PT Bukit Asam Arviyan Arifin

HARGA batu bara terus mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Penyebabnya tidak lain adalah perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok yang tidak kunjung usai.

Direktur Utama PT Bukit Asam Arviyan Arifin mengungkapkan perang dagang yang terjadi membuat kinerja industri dunia menjadi lesu.

"Karena AS tidak lagi membuka pasar untuk Tiongkok, produksi barang-barang dari Tiongkok pun dikurangi karena pasar lain pun belum bisa menjadi sasaran pengganti sepenuhnya. Ketika produksi dikurangi, kinerja industri menurun. Artinya kebutuhan akan energi seperti batu bara juga berkurang," jelas Arviyan di Jakarta, Senin (28/10).

Ketika permintaan berkurang, sementara stok tetap terjaga bahkan terus bertambah, harga pun akan turun.

Baca juga: PLN Amankan Pasokan Batu Bara ke Sumatra

Hal itu diperparah dengan beberapa negara seperti Australia, Rusia dan negara-negara di Eropa Timur yang malah menggenjot produksi batu bara mereka.

"Beberapa tahun lalu, negara-negara itu tidak produksi batu bara dalam jumlah besar. Tetapi sekarang produksi mereka malah maksimal. Persediaan jadi semakin besar, pembeli berkurang, ya turun harga," tuturnya.

Namun, menurutnya, jika harga batu bara terus rendah, dalam beberapa tahun ke depan, akan ada banyak perusahaan produsen, terutama yang tidak efisien mengalami kebangkrutan.

"Akhirnya, suplai batu bara akan ikut berkurang dan perlahan akan mengerek harga kembali naik," ungkapnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT