28 October 2019, 10:57 WIB

Kualitas Udara Saat Karnaval Mobil Listrik Meningkat 35 Persen


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

MI/Susanto
 MI/Susanto
Iring-iringan kendaraan listrik dari berbagai merek dan platform melintas saat karnaval di kawasan Sudirman, Jakarta, Minggu (27/10).

KUALITAS udara Jakarta pada Minggu (27/10) sore saat berjalannya Karnaval Jakarta Langit Biru meningkat 35%. Hal itu diketahui dari pengukuran yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta selama kegiatan konvoi mobil listrik itu berlangsung.

"Kualitas udara selama konvoi mobil listrik meningkat hingga 35%. Hal ini menunjukkan penggunaan kendaraan listrik memang menjadi pendorong untuk memperbaiki kualitas udara," ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Andono Warih saat dihubungi Media Indonesia, Senin (28/10).

Karnaval Jakarta Langit Biru merupakan kegiatan konvoi mobil listrik dengan pameran sejumlah tarian serta kelompok seni tradisional Tanjidor yang digagas Pemprov DKI dan didukung PT PLN berlangsung Minggu (28/10) pukul 14.00 WIB.

Pada saat itu, pengukuran PM2,5 menunjukkan angka 85 atau indikator udara cukup. Sementara pada waktu yang sama, di hari sebelumnya, angka PM2,5 didapati sebesar 98,45 atau hampir mendekati tidak sehat bagi kelompok sensitif.

Baca juga: Diguyur Hujan, Kualitas Udara Jakarta Membaik

Sementara di akhir acara yakni pukul 18.00 WIB angka PM2,5 menunjukkan titik terendah yakni 41 atau kualitas udara sehat. Sementara di jam yang sama pada Sabtu (26/10) skor PM2,5 menunjukkan angka 56,71 dan pada Jumat (25/10) menunjukkan angka 76,39.

Sementara itu, rata-rata skor PM2,5 pada Jumat (25/10) ialah 93 atau cukup. Jumlah ini menurun 35% pada Minggu (28/10) usai karnaval berakhir yakni berada pada skor 59,91.

"Kami telah memasang Stasiun Pemantauan Kualitas Udara (SPKU) mobile di sekitar lokasi. Alat ini mengukur kualitas udara sehari sebelum pelaksanaan, selama pelaksanaan, dan sehari setelah pelaksanaan sebagai perbandingan,” ungkapnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT