28 October 2019, 10:23 WIB

Trump Sebut Penyerbuan Pasukan AS Terhadap Baghdadi Seperti Film


Melalusa Susthira K | Internasional

AFP/Omar Haj Kadour
 AFP/Omar Haj Kadour
Foto udara rumah lokasi persembunyian pemimpin IS Abu Bakar Al-Baghdadi yang hancur dihantam roket dari helikopter di Barisha, Idlib, Suriah

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan dirinya menyaksikan akhir pemimpin Islamic State (IS) Abu Bakar al-Baghdadi di video dengan takjub di Situation Room di Gedung Putih. Ia menyebut operasi khusus pasukan AS menyergap Baghdadi seperti adegan yang ada di film.

Di ruang tersebut Trump menyaksikan bersama-sama dengan Wakil Presiden AS Mike Pence serta pejabat senior militer dan keamanan nasional AS.

"Kami menyaksikannya dengan sangat jelas. Itu adalah sesuatu yang sangat menakjubkan untuk dilihat. Seolah-olah kamu sedang menonton film," ujar Trump.

Trump mengatakan bahwa Baghdadi telah berada di bawah pengawasan selama beberapa minggu. Segera setelah mendapatkan konfirmasi tentang lokasi Baghdadi berada, serangan pasukan khusus AS meluncur pada Sabtu (26/10).

Ia kemudian menceritakan pada mulanya delapan helikopter terbang rendah pada malam hari, melintasi tempat operasi IS di Idlib, Suriah.

"Kelompok besar mengambil bagian, dengan delapan helikopter, dan kami memiliki banyak kapal dan pesawat lain," jelas Trump.

Trump menuturkan penyerbuan melintasi wilayah operasi IS pertama-tama dilakukan dari lokasi yang dirahasiakan menuju ke barat laut Suriah, dan terbang sekitar 1 jam.

Menurut Trump, ketika pasukan AS mendarat di markas IS yang ditargetkan,seketika situasi menjadi kacau.

"Kami terbang sangat, sangat rendah dan sangat, sangat cepat. Tapi itu besar - itu adalah bagian yang sangat berbahaya dari misi. Masuk dan keluar. Ada kemungkinan bahwa kita mendapat tembakan yang sulit dipercaya," terang Trump.

Setelah pasukan AS turun dari helikopter, lanjut Trump, mereka menembakkan sisi-sisi gedung markas IS dan mendapat tembakan balik dari pendukung Baghdadi. Namun, pasukan AS dengan cepat segera melumpuhkannya.

Para komandan pasukan AS terus bergerak maju, langkah demi langkah. Disebutkannya, 11 anak-anak dibawa keluar hidup-hidup, beserta para tahanan yang ditangkap dan istri-istri Baghdadi sudah mati. Kemudian, sambung Trump, panggilan yang ditunggu semua orang datang, yakni Baghdadi.

"Tuan, hanya ada satu orang di gedung itu. Kami yakin dia ada di terowongan mencoba melarikan diri, tapi terowongan itu adalah jalan buntu," tutur Trump menceritakan kembali.

Mengetahui sebelumnya bahwa adanya terowongan dan Baghdadi kemungkinan mengenakan rompi bom bunuh diri, pasukan AS telah membawa robot. Namun, robot itu tidak pernah digunakan karena pasukan AS bergerak terlalu cepat.

Trump menuturkan, Baghdadi telah membawa tiga anaknya ikut turun ke dalam terowongan. Pasukan AS lantas mengirim anjing-anjing ke terowongan dan dalang IS tersebut terdesak dan kemudian meledakkan dirinya.

"Dia mencapai ujung terowongan ketika anjing-anjing kami mengejarnya. Dia menyalakan rompinya, membunuh dirinya sendiri dan ketiga anak itu," kata Trump.

"Dia tidak mati sebagai pahlawan, dia mati sebagai pengecut, menangis, merintih dan menjerit dan membawa tiga anak bersamanya untuk mati," tambahnya.

Tentara AS kemudian mengambil sampel dari tubuh Baghdadi yang telah hancur akibat ledakan bom untuk identifikasi DNA. Trump mengatakan pasukan AS berada di markas IS selama sekitar dua jam.

Trump menyebut tidak ada pasukan AS yang tewas dalam operasi militer tersebut. Namun, ia kemudian menyebut sebenarnya ada satu pasukan AS yang menjadi korban saat serangan tersebut dilancarkan. "Anjing kami terluka," pungkasnya. (AFP/Uca/Ol-09)

BERITA TERKAIT