28 October 2019, 09:47 WIB

Amien Rais Akui tak Perlu Buru-Buru Kritik Kabinet Jokowi


Antara | Politik dan Hukum

ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
 ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais memberikan sambutan saat menghadiri perayaan HUT ke-21 PAN di Pluit, Jakarta, Jumat (23/8/2019)

KETUA Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais mengaku masih menahan diri melontarkan kritik terhadap kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) jilid II atau Kabinet Indonesia Maju. Kabinet dan pemerintahan Jokowi perlu diberi waktu untuk konsolidasi dan lainnya. Sehingga tidak perlu buru-buru dikritik.

"Saya harus fair dan sportif. Berikan dulu waktu untuk konsolidasi dan lain-lain. Kalau ternyata sudah enam bulan jebulnya tidak bisa apa-apa nanti kita buat perhitungan," kata Amien seusai menjadi pembicara dalam kajian dengan tema Islam dan Komunis (bahaya laten komunis) di Masjid Jami Karangkajen, Yogyakarta, Minggu (27/10) malam.

Menurut Amien, kabinet yang baru saja dibentuk Presiden Joko Widodo itu perlu diberi waktu untuk merealisasikan cita-cita yang dijanjikan enam bulan hingga satu tahun ke depan.

"Jangan belum apa-apa ini (dianggap) kabinet yang tidak profesional, kabinet karut marut, kabinet yang membuat banyak problem tidak nendang, dan lain-lain," ungkapnya.

Baca juga: Kabinet Indonesia Maju Simbol Kerukunan

Namun, apabila setelah batas waktu tersebut ternyata tidak kunjung menunjukkan mutu sesuai cita-cita yang dijanjikan maka perlu dikritik.

"Kalau jelas tidak bermutu, tidak sesuai cita-cita yang dijanjikan maka mengapa tidak lantas kita mengambil peran yang lebih nyata lagi supaya dijewer, kalau sampai tidak deliver. Tidak deliver artinya tidak melaksanakan janji-janjinya itu," tuturnya.

Sementara itu, terkait masuknya Prabowo Subianto dalam Kabinet Indonesia Maju, Amien mengaku tidak merestui juga tidak menentangnya.

"Kalau saya bapaknya Prabowo, saya merestui. Saya enggak merestui, tidak menolak, tidak melawan juga," tukasnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT