28 October 2019, 09:45 WIB

Milisi SDF Mulai Tarik Diri dari Perbatasan Suriah-Turki


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

AFP/Delil SOULEIMAN
 AFP/Delil SOULEIMAN
Seorang personel SDF berdiri di atas sebuah kendaraan militer

PASUKAN Demokratik Suriah (SDF) mengatakan telah setuju menarik diri lebih jauh dari perbatasan Suriah-Turki, sesuai dengan kesepakatan yang dicapai antara Rusia dan Turki.

"SDF sedang pindah ke posisi-posisi baru yang jauh dari perbatasan Turki-Suriah di seluruh timur laut Suriah sesuai dengan ketentuan perjanjian untuk menghentikan pertumpahan darah dan untuk melindungi penduduk daerah dari serangan Turki," kata SDF dalam sebuah pernyataan, Minggu (27/10).

SDF yang dipimpin Kurdi mengatakan pasukan pemerintah Suriah akan menyebar sepanjang perbatasan. Mereka menyerukan Rusia membantu memastikan dialog konstruktif antara pemerintah Suriah dan pemerintah yang dipimpin Kurdi di timur laut Suriah.

Juru bicara SDF Mustefa Bali mengatakan kepada kantor berita AFP mereka akan menarik diri ke posisi sekitar 30 kilometer jauhnya dari perbatasan.

Baca juga: Rusia dan Turki Capai Kesepakatan Bersejarah di Perbatasan Suriah

Turki dan Rusia sepakat pada 22 Oktober bahwa penjaga perbatasan Suriah dan polisi militer Rusia akan membersihkan daerah perbatasan hingga 30 km ke Suriah dari milisi YPG selama periode enam hari yang berakhir pada Selasa.

Kesepakatan itu tercapai setelah pembicaraan maraton antara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin di resor Sochi di Laut Hitam.

Polisi militer Rusia melakukan patroli pertama pada Rabu lalu.

Pemerintah Suriah menyambut penarikan SDF, yang menghilangkan dalih utama untuk agresi Turki yang mencolok di wilayah Suriah, kata kantor berita negara Suriah, SANA, mengutip sumber kementerian luar negeri.

Pemerintah akan membantu warga untuk berintegrasi kembali, kata SANA, membuka jalan ke persatuan nasional Suriah. (AFP/Al Jazeera/OL-2)

BERITA TERKAIT