28 October 2019, 07:30 WIB

Pengungsi Wamena Siap Berdialog dengan Presiden


Antara | Nusantara

ANTARA FOTO/Abriawan Abhe
 ANTARA FOTO/Abriawan Abhe
Anggota polisi menggendong anak-anak pengungsi kerusuhan Wamena seusai turun dari KM Sinabung setibanya di Pelabuhan Sukarno Hatta, Makassar

PENGUNGSI Wamena siap menerima kunjungan dan berdialog dengan Presiden Joko Widodo. Meskipun sudah tidak berada di pengungsian, namun terkadang di malam hari beberapa di antaranya masih pergi mengungsi ke rumah ibadah dan instansi militer.

"Para pengungsi saat ini sudah siap berdialog dengan Presiden, walaupun mereka sudah tidak lagi berada di pengungsian karena ditampung dan menumpang di rumah warga. Namun terkadang terutama di malam hari, beberapa di antaranya terutama anak-anak dan perempuan masih pergi mengungsi di rumah ibadah dan instalasi militer," kata Kapola Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw, Senin (28/10).

Dia mengatakan, warga yang masih mengungsi itu tidak lagi memiliki rumah setelah dibakar pendemo saat kerusuhan terjadi, 23 Sepember lalu.

"Sekitar 50 orang yang masih mengungsi itu adalah korban yang tidak lagi memiliki rumah akibat dibakar perusuh," kata mantan Kapolda Sumatera Utara itu.

Baca juga: 87 Pengungsi Wamena Tiba di NTT

Waterpauw yang menjabat sebagai Kapolda Papua kedua kalinya melalui telepon selulernya ketika ditanya situasi keamanan menjelang kunjungan Presiden mengatakan saat ini situasi relatif kondusif. Secara keseluruhan situasi di Papua dan dua kota yang akan dikunjungi Presiden Jokowi yakni Wamena dan Jayapura, aman dan terkendali.

"Saat ini saya bersama Pangdam XVII Cenderawasih, sejak Minggu (27/10) sudah berada di Wamena," tuturnya.

Presiden Jokowi, Senin (28/10), dijadwalkan mengawali kunjungannya di Papua ke Wamena untuk melihat langsung kondisi wilayah itu setelah kerusuhan yang menyebabkan 33 orang meninggal dan ribuan rumah, bangunan dan kendaraan dibakar.

Kemudian Jokowi ke Jayapura untuk meresmikan jembatan Yotefa yang membentang di atas teluk Yotefa.(OL-5)

BERITA TERKAIT