27 October 2019, 23:48 WIB

Peringati Sumpah Pemuda, PMKRI Ruteng Lakukan Reboisasi Hutan


Yohannes Manasye | Nusantara

MI/Yohanes Manasye
 MI/Yohanes Manasye
Anggota PMKRI menanam pohon di Nggolong Tede

PERINGATAN Sumpah Pemuda ke-91 tahun 2019 dilakukan dengan berbagai cara. Di Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT, mahasiswa melakukan aksi peduli lingkungan  dengan menanam pohon di hutan lindung yang terbakar beberapa hari lalu.

Mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) itu menanam ratusan anakan mahoni di Nggolong Tede, Kelurahan Waso, Kecamatan Langke Rembong, Minggu (27/10) sore.

"Nggolong Tede merupakan kawasan hutan lindung sekaligus sumber air bagi warga kota Ruteng. Kami tak ingin kawasan ini menjadi gundul pasca kebakaran. Itulah sebabnya kami melakukan reboisasi di sini," ujar Ketua Presidium PMKRI Ruteng, Ignasius Padur.

Nggolong Tede termasuk dalam kawasan hutan lindung yang merupakan salah satu sumber air yang dikelola oleh PDAM Tirta Komodo milik Pemkab Manggarai.

Baca juga : Laskar Timor Indonesia Bubarkan Ceramah Eks HTI di Kupang

Beberapa hari lalu, kawasan hutan ini terbakar. Upaya pemadaman yang dilakukan oleh petugas bersama masyarakat tak sampai memadamkan api. Beruntung hujan segera turun sehingga api yang membakar hutan pun berhasil dipadamkan.

Ignas menambahkan, kegiatan reboisasi tak hanya saat peringatan HUT Sumpah Pemuda. Pihaknya akan akan terus memonitor secara berkala agar pohon yang ditanam terus bertambah dan bisa bertumbuh dengan baik.

Ia juga mengharapkan keterlibatan banyak pihak untuk sama-sama menjaga kelestarian hutan di pegunungan bagian selatan kota Ruteng itu.

Saat ini, hujan mulai mengguyur kawasan tersebut. Awal musim hujan ini sangat tepat untuk melakukan penanaman anakan pohon di lokasi-lokasi bekas kebakaran.

"Kondisi kota Ruteng sekarang sedang musim hujan. Kesempatan ini perlu dimanfaatkan untuk menanam pohon agar hutan kita tidak gersang tetapi tetap dilestarikan dengan baik sehingga tidak mengalami masalah kekurangan air bersih di kemudian hari," ujar Ignas. (OL-7)

BERITA TERKAIT