28 October 2019, 05:00 WIB

Erick Kebut Pengisian Dirut Mandiri dan BTN


Ihfa Firdausya | Ekonomi

MI/RAMDANI
 MI/RAMDANI
Menteri BUMN Erick Thohir

SENIN (26/10) ini, Menteri BUMN Erick Thohir berencana bertemu dengan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo untuk menentukan calon direktur utama perbankan BUMN.

Dari empat bank yang dimiliki negara saat ini, dua di antaranya, PT Bank Mandiri Persero Tbk yang beraset Rp1.235,6 triliun (per ­semester I 2019) dan PT Bank ­Tabungan Negara Persero Tbk dengan aset Rp312,47 triliun (per semester I 2019), masih ­dipimpin pelaksana tugas (plt) direktur utama.

“Saya harus bertemu pihak OJK pada Senin (26/10), mungkin juga nanti ke Gubernur BI untuk membicarakan perubahan-perubahan di bank-bank BUMN,” ujar Erick seusai rapat koordinasi di Kantor Kementerian PU-Pera, Jakarta, Sabtu (26/10).

Bank Mandiri merupakan pemain di kelompok teratas, yakni kelompok bank umum kegiatan usaha (BUKU) IV pada industri perbankan nasional, dan BTN masuk kelompok bank BUKU III.

Dengan kepemilikan aset sebesar itu sekaligus ­jaringan anak usaha yang besar, kinerja kedua bank tersebut akan berpengaruh terhadap stabilitas sistem keuangan. Perubahan pucuk pimpinan kedua perbankan itu juga akan ditunggu investor ­saham.

Posisi Dirut Bank Mandiri saat ini dijabat plt setelah Kartika Wirjoatmodjo mengundurkan diri karena dipercaya Presiden Joko Widodo menjadi Wakil Menteri BUMN.

Adapun posisi definitif Dirut BTN kosong setelah penolakan Suprajarto, eks Dirut BRI, yang ditunjuk para pemegang saham BTN untuk menjadi pimpinan bank spesialis KPR itu.

Calon Dirut Bank Mandiri dan BTN nantinya akan sesuai dengan kriteria yang diminta Presiden Joko Widodo. Kedua pimpinan perbankan itu harus memiliki visi yang sama dengan Jokowi, serta mampu bersinergi dengan BUMN lain dan pihak swasta agar mampu membangun ekosistem ekonomi yang sehat.

“Yang pasti kita ingin membentuk tim yang benar-benar profesional, yang bervisi sama dengan visi Presiden. Bukan nanti dirut punya visi sendiri. Ini harus menjadi bagian ­sinergi yang tidak hanya antarkementerian, tapi juga dengan ekosistem lain seperti swasta,” ujar Menteri Erick.
      
Jangan orang politik

Dalam kesempatan berbeda, ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati mengungkapkan posisi Dirut Bank Mandiri cukup penting sehingga harus diisi oleh orang-orang yang memiliki kompetensi dan track record mumpuni di sektor keuangan perbankan.

“Saya tidak bisa menyebut nama dan tidak berurusan dengan orang per orang, tapi minimal siapa pun yang ditunjuk, bukan orang-orang politik, bukan orang-orang berlatar belakang yang tidak jelas,” ujarnya, kemarin.

Menurut Enny, peluang terjadinya intervensi politik dalam menentukan direksi di BUMN mungkin terjadi karena tidak berjalannya sistem merit, yakni kebijakan dan manajemen SDM yang berdasarkan kualifikasi, kompetensi, dan kinerja secara adil dan wajar
“Mestinya di tiap BUMN itu kan ada manajemen talenta atau SDM. Selama ini mereka hanya berkuasa sampai manajer. Setiap urusannya dengan direksi, itu sudah urusan politik. Maka itu, kasak-kusuk enggak karuan. Di situlah peluang untuk terjadinya intervensi politik,” ungkap Enny. (Ant/E-2)

BERITA TERKAIT