27 October 2019, 18:53 WIB

Trump Indikasikan Tewasnya Al-Baghdadi Lewat Twitter


Melalusa Sushtira Khalida | Internasional

AFP
 AFP
Pemimpin IS ABu Bakr Al-Baghdadi

PEMIMPIN Negara Islam (IS) Abu Bakar al-Baghdadi yang menjadi orang paling dicari di dunia, dikabarkan telah tewas dalam operasi khusus Amerika Serikat (AS) di Idlib, barat laut Suriah pada Minggu (27/10).

Gedung Putih mengumumkan Presiden AS Donald Trump akan segera membuat pernyataan utama pada Minggu (27/10) waktu AS

Namun sebelum pernyataan resmi dilontarkan, Trump lebih dulu menuliskan dalam akun Twitternya yang meskipun tanpa penjelasan detail, namun tampak merujuk pada peristiwa tewasnya Baghdadi.

“Sesuatu yang sangat besar baru saja terjadi!" cicit Trump pada Minggu (27/10).

Seorang pemantau perang mengatakan helikopter AS menurunkan pasukannya di daerah provinsi Idlib, tempat di mana kelompok yang terkait dengan IS berada.

Baca juga : Pemimpin IS Abu Bakr al-Baghdadi Diyakini Tewas di Suriah

Sementara itu, Badan Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia menyebut helikopter menargetkan rumah dan mobil di luar desa Barisha yang ada di provinsi Idlib.

Operasi khusus AS tersebut menewaskan 9 orang termasuk pemimpin senior IS yang disebut Abu Yamaan serta 1 orang anak dan 2 wanita. Namun, belum diketahui secara pasti apakah Baghdadi termasuk yang tewas dalam serangan tersebut.

Seorang koresponden AFP di luar Barisha melihat sebuah minibus hangus terbakar di pinggir jalan dan jendela-jendela rumah pecah di pedesaan yang dipenuhi pohon zaitun tersebut.

Sementara itu, seorang warga lokal yang menyebut dirinya Abdel Hameed mengaku bergegas ke tempat serangan setelah mendengar suara helikopter, tembakan dan serangan di malam hari.

"Rumah itu ambruk dan di sebelahnya ada tenda dan kendaraan yang hancur. Ada dua orang yang tewas di dalam (mobil itu),” ungkap Abdel.

Media AS mengutip beberapa sumber pemerintah menyebutkan bahwa Baghdadi kemungkinan telah bunuh diri dengan rompi bom ketika pasukan operasi khusus AS turun.

Para pejabat menyebut Baghdadi merupakan target operasi yang direncanakan secara diam-diam yang disetujui oleh Trump.

Dari pinggiran Barisha, seorang penghuni sebuah kamp pengungsian juga mendengar helikopter yang diikuti oleh yang apa yang digambarkannya sebagai serangan udara koalisi pimpinan AS.

Baca juga : TikTok Hapus Video Propaganda Kelompok Teroris IS

“Mereka terbang sangat rendah, menyebabkan kepanikan besar di tengah orang-orang," tutur Ahmed Hassawi kepada AFP melalui sambungan telepon.

Koresponden AFP mengatakan area serangan pada malam hari telah diblokir oleh kelompok Hayat Tahrir al-Sham (HTS) yang merupakan mantan afiliasi Suriah yang mengendalikan kawasan Idlib.

Para pejabat setempat mengatakan kepada ABC News bahwa pekerjaan biometrik tengah dilakukan untuk menguatkan identifikasi mereka yang tewas dalam serangan khusus pasukan AS itu.

Pada 2014 lalu, IS mengepung sebagian besar wilayah Suriah dan Irak yang berdekatan. Baghdadi lantas muncul dalam sebuah video yang mengumumkan kekhalifahan di wilayah yang mereka kuasai. P

ada puncak kekuasaan IS, kelompok Baghdadi menerapkan hukum Islam terhadap jutaan orang. (AFP/OL-7)

BERITA TERKAIT