27 October 2019, 17:41 WIB

Jelang Pergantian Pimpinan, KPK Perlu Terus Dikawal secara Kritis


Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum

Antara/Dhemas Reviyanto
 Antara/Dhemas Reviyanto
ketua KPK Agus Rahardjo

MASA jabatan komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi Jilid IV akan segera berakhir dalam kurang dari dua bulan. Di tengah situasi tak menentu terkait dengan transisi pemberlakuan UU KPK hasil revisi, pimpinan KPK periode 2015-2019 menyatakan upaya pemberantasan korupsi harus tetap jalan dan dikawal secara kritis.

"Jangan lelah melawan korupsi, itu yang utama," kata Ketua KPK Agus Rahardjo, di Sukabumi, Jawa Barat, akhir pekan lalu.

Pascapemberlakuan UU KPK yang baru, komisi antirasuah tetap melakukan sejumlah penindakan sesuai ketentuan UU lama sebelum revisi lantaran belum terbentuknya Dewan Pengawas.

KPK tetap melakukan sejumlah operasi tangkap tangan antara lain terhadap Wali Kota Medan Dzulmi Eldin yang diringkus karena diduga melakukan tindak korupsi.

Agus mengakui pimpinan saat ini belum bisa membayangkan kerja-kerja KPK ke depan dalam penindakan. Bisa jadi, ucap dia, operasi tangkap tangan akan berkurang dan pencegahan lebih dikedepankan.

Baca juga : KPK Usulkan Pembentukan Kementerian Pengawasan

"Mungkin ke depan OTT akan berkurang. Justru mungkin kasus-kasus lebih besar akan didalami meski memerlukan waktu yang lama. Misalnya, seperti yang dilakukan KPK saat ini mendalami mafia migas," ucapnya.

Pimpinan KPK jilid V periode 2019-2023 juga ditantang untuk menjawab skeptisisme publik soal masa depan pemberantasan korupsi.

Menurut Agus, tidak ada salahnya menaruh harapan pada pimpinan baru komisi antirasuah yang akan datang. Ia meminta publik terus mengawasi KPK agar tidak salah jalur dalam mengemban tugas memberantas korupsi.

Agus mengakui KPK di bawah kepemimpinannya pada masa awal juga menghadapi sikap pesimistis dari publik. Namun, anggapan itu perlahan bisa tergerus dengan kerja komisi yang membongkar sejumlah kasus besar dan menjerat tokoh-tokoh penting seperti figur menteri dan pimpinan partai politik.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata yang kembali terpilih sebagai komisioner periode 2019-2023 tidak mempersoalkan keraguan publik yang muncul terhadap pimpinan KPK baru.

Baca juga : Jokowi akan Tagih Penuntasan Kasus Novel pada Kapolri Baru

Ia justru menyambutnya dan meminta masyarakat terus memelototi kerja KPK. Hal itu dibutuhkan agar komisi tetap bisa mendapat kepercayaan masyarakat.

"Pesimisme yang muncul di masyarakat justru bagus karena KPK dengan pimpinan baru diharapkan nantinya lebih terpacu untuk menunjukkan kinerja," ucap Alex dalam kesempatan yang sama.

Hal senada juga diungkapkan komisioner KPK lainnya Laode M Syarif. Ia tak ragu menyebut komisi antirasuah memang membutuhkan kritik. Sebaliknya, dukungan publik juga tetap diperlukan dalam kerja-kerja komisi membongkar kasus korupsi.

"Kalau KPK ada yang salah memang harus dikritik agar jalannya tetap lurus tidak tergelincir," terangnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT